Berbagai studi ilmiah mengungkapkan bahwa tidak terdapat korelasi signifikan antara IQ dan tingkat aktivitas fisik maupun semangat kerja. Salah satunya adalah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Psychological Science, yang meneliti hubungan antara IQ dan aktivitas fisik di lingkungan kerja.
Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa individu dengan IQ tinggi tidak lebih malas atau kurang aktif dibandingkan mereka yang memiliki IQ rata-rata. Dengan kata lain, kecerdasan tidak menentukan seberapa rajin atau aktif seseorang dalam bekerja.
Pandangan ini juga didukung oleh para psikolog dan sosiolog yang menilai bahwa faktor seperti motivasi pribadi, etika kerja, minat, serta lingkungan sosial jauh lebih berpengaruh terhadap perilaku seseorang dibandingkan tingkat kecerdasan semata.
Dalam beberapa kasus, individu dengan IQ tinggi memang terlihat kurang aktif pada bidang tertentu. Namun, hal tersebut biasanya disebabkan oleh kurangnya minat, bukan karena sifat malas. Mereka justru dapat sangat fokus dan produktif pada bidang yang sesuai dengan ketertarikan dan keahliannya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)