4. Seloka
Contoh:
Ayam berkokok di atas dahan,
Dari timur fajar pun merekah,
Bila hidup penuh dengan amalan,
Bahagia datang tiada berpisah.
Ciri-ciri Seloka:
• Berbentuk puisi empat baris.
• Berisi sindiran atau nasihat yang disampaikan dengan jenaka.
• Bersajak a-b-a-b.
• Makna:
• Seloka ini memberikan nasihat untuk mengisi kehidupan dengan amalan baik, yang akan mendatangkan kebahagiaan yang langgeng.
5. Talibun
Contoh:
Pergi ke hutan mencari kayu,
Kayu jati dan kayu cendana,
Jangan lupa membawa bekal,
Bekal ilmu tiada ternilai.
Ciri-ciri Talibun:
Terdiri dari lebih dari empat baris (biasanya 6, 8, atau 10 baris).
• Bersajak a-b-c-a-b-c.
• Baris pertama sampai ketiga biasanya sebagai sampiran, sedangkan baris berikutnya adalah isi.
• Makna:
• Talibun ini mengajarkan bahwa bekal paling berharga dalam kehidupan adalah ilmu pengetahuan, lebih penting daripada harta benda.
Ciri-Ciri Umum Puisi Rakyat:
Menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami.
• Biasanya bersifat anonim, artinya tidak diketahui pengarangnya.
• Dapat berfungsi sebagai media hiburan, pendidikan, atau alat untuk menyampaikan nasihat.
• Sering kali mengandung unsur kearifan lokal dan nilai-nilai sosial.
Puisi rakyat merupakan salah satu bentuk karya sastra yang menyimpan kebijaksanaan dan nilai-nilai kehidupan dalam masyarakat tradisional. Melalui pantun, gurindam, syair, seloka, dan talibun, pesan-pesan moral dan nasihat disampaikan dengan cara yang indah dan menghibur, menjadikan puisi rakyat tetap relevan hingga kini.
(Taufik Fajar)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik