JAKARTA – 5 contoh puisi rakyat lengkap dengan ciri-ciri dan artinya. Puisi rakyat merupakan salah satu bentuk karya sastra yang diwariskan turun-temurun dan memiliki keunikan tersendiri.
Setiap puisi rakyat mengandung makna mendalam yang mencerminkan kehidupan masyarakat pada zamannya. Selain itu, kami juga akan menguraikan ciri-ciri yang membedakan puisi rakyat dari jenis puisi lainnya agar lebih mudah dipahami.
5 Contoh Puisi Rakyat Lengkap dengan Ciri-ciri dan Artinya
Berikut ini adalah 5 contoh puisi rakyat yang lengkap dengan ciri-cirinya serta makna di baliknya:
1. Pantun
Contoh:
Buah mangga buah pepaya,
Dimakan enak tiada dua,
Jika kita rajin belajar,
Kesuksesan di depan mata.
Ciri-ciri Pantun:
• Terdiri dari empat baris.
• Bersajak a-b-a-b.
• Baris pertama dan kedua merupakan sampiran, sementara baris ketiga dan keempat adalah isi.
• Makna:
• Pantun ini mengajarkan pentingnya rajin belajar sebagai kunci meraih kesuksesan. Melalui perbandingan kehidupan sehari-hari, pantun menyampaikan pesan yang mudah dipahami.
2. Gurindam
Contoh:
Jika hendak hidup mulia,
Jaga lisan janganlah sia-sia.
Harta tiada menjadi bekal,
Hanya budi yang selalu kekal.
Ciri-ciri Gurindam:
Terdiri dari dua baris dalam setiap bait.
• Bersajak a-a.
• Mengandung nasihat atau pesan moral.
• Makna:
• Gurindam ini menekankan pentingnya menjaga lisan dan perilaku dalam kehidupan. Harta benda bersifat sementara, tetapi budi pekerti akan selalu dikenang.
3. Syair
Contoh:
Berlayar di tengah lautan,
Mencari pelabuhan tiada terhenti,
Jika ingin hidup aman,
Taatilah perintah Ilahi.
Ciri-ciri Syair:
• Terdiri dari empat baris dalam setiap bait.
• Semua baris merupakan isi dan bersajak a-a-a-a.
• Biasanya berisi cerita atau nasihat.
• Makna:
• Syair ini mengajak kita untuk selalu taat kepada perintah Tuhan sebagai jalan menuju kehidupan yang damai dan selamat.
4. Seloka
Contoh:
Ayam berkokok di atas dahan,
Dari timur fajar pun merekah,
Bila hidup penuh dengan amalan,
Bahagia datang tiada berpisah.
Ciri-ciri Seloka:
• Berbentuk puisi empat baris.
• Berisi sindiran atau nasihat yang disampaikan dengan jenaka.
• Bersajak a-b-a-b.
• Makna:
• Seloka ini memberikan nasihat untuk mengisi kehidupan dengan amalan baik, yang akan mendatangkan kebahagiaan yang langgeng.
5. Talibun
Contoh:
Pergi ke hutan mencari kayu,
Kayu jati dan kayu cendana,
Jangan lupa membawa bekal,
Bekal ilmu tiada ternilai.
Ciri-ciri Talibun:
Terdiri dari lebih dari empat baris (biasanya 6, 8, atau 10 baris).
• Bersajak a-b-c-a-b-c.
• Baris pertama sampai ketiga biasanya sebagai sampiran, sedangkan baris berikutnya adalah isi.
• Makna:
• Talibun ini mengajarkan bahwa bekal paling berharga dalam kehidupan adalah ilmu pengetahuan, lebih penting daripada harta benda.
Ciri-Ciri Umum Puisi Rakyat:
Menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami.
• Biasanya bersifat anonim, artinya tidak diketahui pengarangnya.
• Dapat berfungsi sebagai media hiburan, pendidikan, atau alat untuk menyampaikan nasihat.
• Sering kali mengandung unsur kearifan lokal dan nilai-nilai sosial.
Puisi rakyat merupakan salah satu bentuk karya sastra yang menyimpan kebijaksanaan dan nilai-nilai kehidupan dalam masyarakat tradisional. Melalui pantun, gurindam, syair, seloka, dan talibun, pesan-pesan moral dan nasihat disampaikan dengan cara yang indah dan menghibur, menjadikan puisi rakyat tetap relevan hingga kini.
(Taufik Fajar)