3 Kisah Mengharukan Guru Meninggal Dunia saat Mengajar

Tim Litbang MPI, MNC Portal · Kamis 25 November 2021 06:08 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 24 624 2506747 3-kisah-mengharukan-guru-meninggal-dunia-saat-mengajar-rKzcDtNofj.jpg Ilustrasi. (Foto: Okezone.com)

KISAH Mohammed Hassan sunggah mengharukan. Pada November 2020, guru di Al-Nokhba Al-Elmeya di Dammam itu meninggal dunia ketika mengajar. Ternyata, peristiwa meninggalnya seorang guru ketika mengajar bukanlah kali pertama terjadi, berikut kisahnya: 

1. Mohammed Hassan

Mohammed Hassan adalah seorang guru ilmu komputer di Al-Nokhba Al-Elmeya di Dammam, Arab Saudi yang meninggal dunia ketika sedang memberi materi pelajaran secara daring. Ketika itu dia merasakan badannya yang tidak enak. Diketahui dia menyembunyikan alarm pertanda keadaan darurat. 

Mengetahui hal tersebut, keluarganya segera mendatangi rumah Hassan. Kemudian keluarganya menemukan tubuh Hassan sudah tergeletak di lantai. Hassan dinyatakan meninggal dunia ketika dibawa ke rumah sakit. Meninggalnya Hassan saat mengajar membuat pihak sekolah kaget dan sedih.

Baca juga: Sejarah Hari Guru, Berawal di Zaman Belanda dan Ditetapkan Presiden Soeharto

2. Ety Martanti

Seorang guru bernama Ety Martanti meninggal ketika sedang mengajar. Peristiwa ini terjadi di SDN 3 Sukahurip, Dusun Kartajaya, Desa Sukahurip, Pemarican, Ciamis. Dugaan meninggalnya Ety akibat penyakit jantung yang dideritanya kambuh.

Kejadian yang terbilang cepat ini membuat guru lainnya tidak sempat meminta pertolongan medis. Jenazah almarhumah kemudian dibawa ke rumah duka di Kampung Blater, Dusun Kertajaya, RT 22 /10, Desa Sukahurip.

3. Baharudin

Baharudin, guru SMKN 1 Nunukan meninggal saat mengajar Bahasa Indonesia di kelas X. Ketika itu, Baharudin tiba-tiba mengeluarkan darah dari hidungnya. Lalu salah satu siswa memberitahunya bahwa ada darah yang keluar dari hidungnya. Baharudin pun keluar kelas untuk menyeka hidungnya. Namun ketika menyeka hidungnya, dia justru muntah darah.

Menurut pengakuan salah satu guru, setelah muntah darah, Baharudin kemudian tak sadarkan diri. Pihak sekolah kemudian memberi pertolongan dengan membawanya ke rumah sakit. Namun nyawanya tidak dapat tertolong. Baharudin mengembuskan napas terakhir di rumah sakit.

Diolah dari berbagai sumber

Tika Vidya Utami/Litbang MPI

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini