Sejarah Hari Guru, Berawal di Zaman Belanda dan Ditetapkan Presiden Soeharto

Tim Litbang MPI, MNC Portal · Selasa 23 November 2021 18:46 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 23 624 2506334 sejarah-hari-guru-berawal-di-zaman-belanda-dan-ditetapkan-presiden-soeharto-aHQ4CISfmI.jpg Hari Guru Nasional. (Foto: Dok Okezone.com)

JAKARTA - Tahun 1994 jadi tahun yang bersejarah bagi guru di Indonesia. Pada saat itu, Presiden Soeharto mengeluarkan Keputusan PresidenNomor 78 Tahun 1994 yang menetapkan hari lahir Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Setiap 25 November diperingati sekaligus sebagai Hari Guru Nasional.

Merunut ke belakang, dilansir dari pgri.or.id, tahun 1912 berdiri persatuan organisasi perjuangan guru-guru pribumi pada zaman Belanda dengan nama Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB). PGHB beranggotakan kepala sekolah, guru bantu, guru desa, sampai perangkat sekolah lainnya. Keanggotaan mereka makin berkembang dan nasionalis. Tujuan didirikannya PGHB saat itu adalah untuk memperjuangkan nasib para anggota walaupun dengan latar pendidikan yang berbeda-beda.

Berkembangnya PGHB pada masa itu memicu munculnya organisasi-organisasi guru baru, yaitu Persatuan Guru Bantu (PGB), Perserikatan Guru Ambachtsschool (PGAS), serta organisasi guru berbasis keagamaan atau kebangsaan, seperti Christelijke Onderwijs Vereneging (COV) dan Katolieke Onderwijsbond (KOB). Pada tahun 1932 PGHB berubah nama menjadi PGI (Persatuan Guru Indonesia).

Baca juga: Momentum HGN, Mendikbud Menyampaikan Rasa Terima Kasihnya

Pada masa pendudukan Jepang, Jepang memblokir segala bentuk organisasi maupun sekolah. Hal ini menyebabkan PGI tidak dapat berfungsi kembali.

Pascakemerdekaan RI, guru kembali mendapatkan ruangnya. Pada 24-25 November 1945, tenaga pendidik Indonesia mengadakan Kongres Guru di Surakarta. Dalam kongres ini, segala organisasi dan kelompok guru yang didasarkan atas perbedaan tamatan, lingkungan pekerjaan, lingkungan daerah, politik, agama dan suku, sepakat untuk dihapus. Berdasarkan hasil kongres, tanggal 25 November dijadikan sebagai Hari PGRI atau Hari Guru Nasional yang kita kenal hingga saat ini.

Dikutip dari Keppres nomor 78 tahun 1994 tentang Hari Guru Nasional, terdapat dua hal yang menjadi pertimbangan ditetapkannya Hari Guru Nasional, yaitu:

1. Guru memiliki kedudukan dan peranan yang sangat penting dalam pelaksanaan pembangunan nasional.

2. Tanggal tersebut diperingati sebagai hari ulang tahun Persatuan Guru Republik Indonesia dan sebagai upaya untuk mewujudkan penghormatan kepada guru.

Tahun ini, tema peringatan Hari Guru Nasional adalah “Bergerak dengan Hati, Pulihkan Pendidikan”.

(Pratitis Nur Kanariyati/Litbang MPI)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini