JAKARTA- Sebagian besar memahami manggis hanya buah yang dapat dikonsumsi pada bagian dagingnya saja. Padahal, ada bagian lain dari manggis yang memiliki manfaat besar bagi kesehatan. Bagian tersebut adalah kulit manggis.
Faktanya, kulit manggis memiliki banyak manfaat penting bagi kesehatan. Sebab mengandung beberapa senyawa bioaktif seperti xanthone, terpen, antosianin, tanin, fenol, dan beberapa vitamin.
Baca Juga: Tips Memilih Program Studi bagi Para Calon Mahasiswa Baru
Manggis mengandung senyawa bioaktif seperti xanthone, terpen, antosianin, tanin, fenol, dan beberapa vitamin. Nilai gizi manggis per 100 g termasuk 80,9 g air, 0,5 g protein, 18,4 g karbohidrat, 1,7 g serat, 9 mg kalsium, 14 mg fosfor, 0,5 mg besi, 2 mg vitamin C, 0,09 mg vitamin B1 (thiamin), 0,06 mg vitamin B2 (riboflavin), dan 0,1 mg vitamin B5 (niacin).
Beberapa penelitian fitokimia menunjukkan bahwa ada banyak senyawa xanthone pada buah-buahan, seperti α-mangostin, γ-mangostin, 8-deoxygartanin, garsinon E, mangosanol, β-mangostin, tovophilin A dan B, mangostenin, serta mangostenon C, D , dan E.
Baca Juga: Unair Sediakan 1.600 Kuota Mahasiswa Baru Jalur Mandiri
Melansir keterangan Unair, Kamis (19/9/2019), Garcinia mangostana L, nama lain dari buah manggis dikenal sebagai makanan fungsional dan suplemen makanan yang diakui memiliki beberapa manfaat bagi kesehatan. Derivat utama xanthone dalam Garcinia mangostana L. adalah α-mangostin, senyawa ini memiliki berbagai keunggulan farmakologis, seperti antidiabetik dan antioksidan.
Ekstrak kulit buah Garcinia mangostana L. memiliki aktivitas antioksidan dan dimungkinkan untuk menurunkan kadar glukosa dalam darah. Senyawa antioksidan bertindak sebagai penghambat yang digunakan untuk mencegah autoksidasi, sehingga cara terbaik untuk mengurangi stres oksidatif adalah dengan mengurangi radikal bebas atau mengoptimalkan pertahanan tubuh dengan melipatgandakan antioksidan. Selain itu, antioksidan juga melindungi jaringan dari kerusakan oksidatif.