Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Riwayat Pendidikan dan Jejak Karier Dadan Hindayana, Dari Ahli Tanaman Kini Dicopot dari Kepala BGN

Kurniasih Miftakhul Jannah , Jurnalis-Rabu, 03 Juni 2026 |13:40 WIB
Riwayat Pendidikan dan Jejak Karier Dadan Hindayana, Dari Ahli Tanaman Kini Dicopot dari Kepala BGN
Riwayat Pendidikan dan Jejak Karier Dadan Hindayana, Dari Ahli Tanaman Kini Dicopot dari Kepala BGN (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto resmi memberhentikan Dadan Hindayana dari jabatan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Sosok yang dikenal sebagai akademisi dan pakar proteksi tanaman itu memiliki rekam jejak panjang di dunia pendidikan dan penelitian sebelum dipercaya memimpin lembaga yang menangani program gizi nasional tersebut.

Pencopotan tersebut diumumkan oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

“Pada hari ini Selasa tanggal 2 Juni tahun 2026, bapak Presiden mengambil keputusan untuk melakukan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional. Yang pertama adalah saudara Dadan Hindayana sebagai Kepala Badan Gizi Nasional,” ungkap Prasetyo dalam konferensi pers.

Selain Dadan, Prabowo juga memberhentikan dua Wakil Kepala BGN, yakni Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya.

“Yang kedua saudara Lodewyk Pusung sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, yang ketiga saudara Sony Sanjaya sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional. Tentunya disertai dengan ucapan terima kasih atas kerja keras dan dedikasi selama ini di dalam membangun fondasi dan mengembangkan Badan Gizi Nasional,” lanjutnya.

Riwayat Pendidikan Dadan Hindayana

Di balik sorotan publik, Dadan memiliki latar belakang akademik yang kuat di bidang pertanian, khususnya entomologi atau ilmu yang mempelajari serangga.

Berdasarkan data IPB University, Dadan menempuh pendidikan sarjana di Fakultas Pertanian IPB dan meraih gelar S1 Proteksi Tanaman pada 1990.

Ia kemudian melanjutkan studi magister di Rheinische Friedrich-Wilhelms-Universität Bonn pada 1997 dengan fokus Entomologi Terapan. Pendidikan doktoralnya ditempuh di Leibniz Universität Hannover pada 1999.

Setelah itu, Dadan kembali ke Indonesia dan meraih gelar doktor Ilmu Hama dan Penyakit Tanaman dari IPB University pada 2000.

Sebelum diangkat menjadi Kepala BGN melalui Keputusan Presiden Nomor 94/P Tahun 2024, Dadan dikenal sebagai dosen pascasarjana di Departemen Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian IPB. Ia aktif mengajar, melakukan penelitian, serta menerbitkan berbagai karya ilmiah.

Data Science and Technology Index (SINTA) mencatat bahwa hingga 2024 Dadan memiliki skor 643 dengan 13 publikasi yang telah disitasi. Rekam jejak akademiknya tersebut menjadi salah satu alasan yang mengantarkannya dipercaya memimpin Badan Gizi Nasional sebelum akhirnya dicopot dari jabatannya pada 2026.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement