JAKARTA - Yayasan Letris menegaskan komitmennya dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi para siswa. Menyusul munculnya keresahan publik terkait dugaan kasus child grooming, pihak yayasan membuka layanan pengaduan daring bagi siswa.
Layanan tersebut disiapkan untuk menampung laporan terkait dugaan perundungan, pelecehan, tindakan asusila, kekerasan, maupun berbagai pelanggaran lain yang terjadi di lingkungan sekolah.
“Kami menghimbau siswa jangan ragu untuk menghubungi sekolah karena kenyamanan sekolah milik bersama,” tutur Manajemen Yayasan Letris.
Selain membuka kanal pengaduan, Yayasan Letris juga berencana membentuk Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual. Satgas tersebut nantinya melibatkan siswa, orang tua murid, guru, hingga pihak yayasan.
Pihak sekolah juga akan menerapkan aturan yang lebih ketat terkait interaksi antara guru, staf, dan siswa guna memastikan proses belajar mengajar berlangsung aman dan nyaman.
“Siapapun yang melanggar akan kami tindak secara tegas,” ujar Manajemen Yayasan Letris.
Menjelang tahun ajaran baru, siswa juga akan mendapatkan penyuluhan dari psikolog mengenai perundungan, pelecehan, tindakan asusila, kekerasan, serta berbagai bentuk pelanggaran lainnya saat masa orientasi sekolah.