Memasuki hari pertama pada 8 Mei 2026, semangat kreatif tersebut akan diperdalam melalui Coaching Clinic Content Creator yang menghadirkan Alffy Rev sebagai narasumber utama. Kegiatan ini akan diikuti oleh para pemenang Kompetisi Content Creator serta mahasiswa yang terseleksi, sebagai ruang belajar langsung tentang bagaimana mengolah ide, identitas, dan nilai kebangsaan menjadi konten yang berdampak di era digital. Coaching Clinic ini diharapkan menjadi jembatan antara kreativitas dan kesadaran kebangsaan—bahwa narasi Indonesia dapat dikemas secara menarik tanpa kehilangan kedalaman maknanya.
Pada 9 Mei 2026 pagi, suasana reflektif sekaligus inspiratif akan terasa dalam kegiatan Ekspresi Kita (dialog kebangsaan) di Graha UNESA. Dalam dialog interaktif bertajuk “Mengenal Diri, Mengenal Indonesia,” sejumlah figur publik seperti Alffy Rev, Shanna Shannon, Bimbim dan Kaka Slank, Novia Bachmid, dan Once Mekel akan berbagi perspektif tentang perjalanan menemukan jati diri di tengah dunia yang terus berubah.
Dialog ini akan dibuka oleh Rektor UNESA, Prof. Dr. Nurhasan, M.Kes., dan dipandu oleh Dr. Ngatawi Al-Zastrouw, menghadirkan percakapan yang hangat, jujur, dan menggugah. Dalam momentum ini pula, para pemenang Kompetisi Content Creator akan diumumkan, menjadi penanda bahwa narasi kebangsaan hari ini juga ditulis oleh generasi muda melalui medium kreatif mereka.
Memasuki siang hari, dimensi intelektual dan strategis festival ini mengemuka melalui penyelenggaraan Rector’s Expressions (REx) chapter 3—sebuah forum gagasan yang digagas oleh MRPTNI. Mengangkat tema “Sejarah dan Budaya sebagai Rute Peradaban dan Energi Potensial Bangsa,” forum ini mempertemukan para rektor, akademisi, dan pemangku kepentingan untuk mendiskusikan dan merumuskan tentang pentingnya kesadaran bersama terhadap sejarah dan budaya sebagai keunggulan komparatif dan kompetitif untuk membangkitkan dan mengaktivasi genetika/DNA sebagai karakter bangsa.
Sambutan disampaikan oleh Rektor UNESA Prof. Dr. Nurhasan, M.Kes., Ketua MRPTNI Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, ST, MT, Menteri Pendidikan Tinggi, Sain dan Teknologi Prof. Brian Yuliarto, ST., M.Eng., Ph.D., serta pidato kunci oleh Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Prof. Dr. Ir. Arif Satria, SP, M.Si.