Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kesenjangan Pendidikan dan Dunia Kerja Makin Terlihat, Perusahaan Kesulitan Cari Talenta Tepat

Kurniasih Miftakhul Jannah , Jurnalis-Selasa, 05 Mei 2026 |16:23 WIB
Kesenjangan Pendidikan dan Dunia Kerja Makin Terlihat, Perusahaan Kesulitan Cari Talenta Tepat
Kesenjangan Pendidikan dan Dunia Kerja Makin Terlihat, Perusahaan Kesulitan Cari Talenta Tepat (Foto: Freepik)
A
A
A

JAKARTA – Jurang antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri kian terasa. Berdasarkan survei global dari ManpowerGroup, sebanyak 77% perusahaan mengaku kesulitan menemukan kandidat dengan keterampilan yang sesuai kebutuhan.

Fakta ini menegaskan bahwa persoalan utama saat ini bukan sekadar terbatasnya lapangan pekerjaan, melainkan belum siapnya lulusan dalam memenuhi tuntutan dunia kerja yang terus berkembang.

Seiring pesatnya perubahan teknologi, perusahaan tidak lagi hanya menilai gelar akademik. Mereka kini lebih mengutamakan individu yang memiliki pengalaman praktis, kemampuan teknis, serta daya adaptasi tinggi sejak awal bekerja. Tanpa bekal tersebut, lulusan berpotensi mengalami kesulitan menembus dunia profesional dan memperpanjang masa transisi dari bangku kuliah ke dunia kerja.

Kondisi ini turut menjadi perhatian para orang tua. Mereka tidak hanya berharap anaknya lulus pendidikan tinggi, tetapi juga mampu langsung beradaptasi dan berkontribusi di dunia kerja.

Kebutuhan Tenaga Kerja

Rektor Binus University, Dr. Nelly, menyampaikan bahwa kekhawatiran tersebut semakin meningkat di tengah dinamika industri saat ini. Menurutnya, fokus orang tua kini telah bergeser.

“Yang menjadi perhatian bukan hanya kelulusan, tetapi apakah setelah lulus anak mampu benar-benar terjun dan berkarya di dunia kerja, baik sebagai profesional maupun entrepreneur,” ujarnya.

Dalam beberapa tahun terakhir, transformasi pendidikan tinggi yang didorong oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi juga semakin menekankan pentingnya keterkaitan antara kampus dan industri. Perguruan tinggi didorong untuk menghadirkan pembelajaran berbasis pengalaman serta menjadikan kesiapan kerja sebagai hasil utama pendidikan.

Pendekatan ini menempatkan kesiapan kerja bukan lagi sebagai hasil akhir, melainkan proses yang dibangun sejak masa perkuliahan. Artinya, mahasiswa perlu dibekali pengalaman nyata yang relevan dengan kebutuhan industri, bukan hanya teori di kelas.

Sebagai respons terhadap tantangan tersebut, BINUS University mengintegrasikan pengalaman industri dan pengembangan keterampilan ke dalam kurikulum secara sistematis. Dengan begitu, mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga lebih siap menghadapi dinamika dunia kerja yang terus berubah.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement