JAKARTA - Apakah dokter magang atau internship dapat gaji per bulan? Perjalanan finansial seorang dokter di Indonesia umumnya dimulai dari tahap awal dengan penghasilan terbatas, lalu meningkat seiring pengalaman dan jenjang karier. Berikut gambaran kisaran penghasilan dokter di tahun 2026 beserta faktor yang memengaruhinya yang dilansir dari laman Universitas Ciputra.
Tahap 1: Fondasi – Dokter Internship (±Rp 3 – Rp 6,4 Juta/Bulan)
Masa internship menjadi tahap awal bagi dokter setelah lulus pendidikan. Pada fase ini, penghasilan yang diterima bukan gaji penuh, melainkan Bantuan Biaya Hidup (BBH). Besaran BBH ditentukan berdasarkan wilayah penempatan sesuai Keputusan Menteri Kesehatan No.HK.01.07/Menkes/1952/2022.
Daerah Tertinggal (DTPK): ±Rp 6,4 juta/bulan
Maluku, NTT, Papua (non-DTPK): ±Rp 3,9 juta/bulan
Kalimantan dan Sulawesi (di luar DTPK): ±Rp 3,7 juta/bulan
Sumatera dan NTB (di luar ibu kota provinsi dan DTPK): ±Rp 3,4 juta/bulan
Ibu kota provinsi di Sumatera dan NTB: ±Rp 3,2 juta/bulan
Jawa dan Bali: ±Rp 3,2 juta/bulan
Nominal tersebut merupakan tunjangan selama masa magang klinis, bukan gaji profesi secara penuh.
Tahap 2: Penentu Arah – Dokter Umum (±Rp 2 – Rp 10 Juta/Bulan)
Setelah menyelesaikan internship dan memiliki izin praktik, dokter umum dapat memilih berbagai jalur karier yang memengaruhi penghasilan.
Dokter Umum PNS: Total pendapatan (gaji pokok dan tunjangan) berkisar ±Rp 2 – 5 juta/bulan, mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 5 Tahun 2024.
Dokter Umum Swasta/Praktik Mandiri: Rata-rata ±Rp 6 – 8 juta/bulan, dengan potensi mencapai ±Rp 10 juta/bulan tergantung lokasi dan jumlah pasien.
Tahap 3: Investasi – Residen Spesialis (±Rp 7,5 Juta/Bulan)
Pada tahap pendidikan spesialis, dokter menjalani masa residensi dengan fokus pelatihan intensif. Penghasilan yang diterima umumnya berupa tunjangan pendidikan.