JAKARTA – Nama Mojtaba Khamenei menjadi sorotan dunia setelah ia ditunjuk sebagai pemimpin tertinggi baru Iran. Ulama berusia 56 tahun tersebut dipilih oleh Assembly of Experts atau Majelis Pakar Iran pada 8 Maret 2026.
Penunjukan Mojtaba terjadi tidak lama setelah ayahnya, Ali Khamenei, meninggal dunia akibat serangan udara yang dilaporkan melibatkan Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari 2026. Mojtaba dilaporkan selamat dari serangan tersebut.
Majelis Pakar yang terdiri dari 88 ulama dan pakar agama memiliki kewenangan konstitusional untuk menentukan pemimpin tertinggi Iran. Dengan pengangkatannya, Mojtaba menjadi pemimpin tertinggi ketiga sejak berdirinya Republik Islam Iran setelah Revolusi Iran 1979.
Mojtaba Khamenei lahir pada 8 September 1969 di kota suci Mashhad, salah satu pusat keagamaan penting di Iran. Ia merupakan putra kedua dari Ayatollah Ali Khamenei yang memimpin Iran sejak 1989 hingga wafatnya pada 2026.
Keluarga Khamenei memiliki latar belakang religius yang kuat. Kakeknya, Sayyed Javad Khamenei, juga dikenal sebagai ulama berpengaruh di Iran. Lingkungan keluarga yang dekat dengan dunia agama dan politik membuat Mojtaba sejak kecil berada di sekitar lingkar kekuasaan negara.
Dalam kehidupan pribadinya, Mojtaba menikah dengan Zahra Haddad-Adel, putri dari politikus konservatif Iran Gholam-Ali Haddad-Adel yang pernah menjabat sebagai ketua parlemen Iran.