Pada usia 18 tahun, Khamenei melanjutkan pendidikan ke Najaf, Irak, yang merupakan pusat kajian teologi Syiah terpandang di dunia. Di sana ia belajar di bawah ulama besar, yang kemudian menjadi dasar kuat bagi pemahamannya terhadap hukum dan teologi.
Beberapa gurunya di Najaf dan kemudian di Qom, Iran, termasuk figur-figur besar ulama Syiah seperti:
Di Qom, Khamenei memperdalam ilmu tingkat lanjutan (darse kharij), sebuah tahap pembelajaran di mana seorang pelajar berlatih untuk melakukan ijtihad, yakni kemampuan membuat keputusan dan interpretasi hukum Islam berdasarkan kajian teks dan prinsip hukum.
Setelah menuntaskan pendidikan tingkat lanjut, Ali Khamenei memperoleh gelar mujtahid, yakni seorang ahli hukum Islam yang kompeten membuat interpretasi hukum dan fatwa berdasarkan prinsip syariah.
Setelah itu, ia berkecimpung dalam kegiatan mengajar di seminari serta universitas-universitas Islam, mengajar para mahasiswa dalam berbagai mata pelajaran keagamaan dan teologi, sekaligus membangun reputasi sebagai pendidik dan ulama yang dihormati.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik