JAKARTA - Pengisian Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) menjadi tahapan penting yang dilakukan sekolah dalam rangka pendaftaran Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026. Memasuki bulan Januari ini, tahapan pengisian PDSS sudah bisa dilakukan.
Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dari persyaratan pengisian PDSS SNBP 2026, tak terkecuali bagi siswa yang menjalankan pendidikan di luar negeri dan hendak memasuki perguruan tinggi negeri (PTN) di Tanah Air.
Lantas, apakah siswa yang menempuh pendidikan di luar negeri bisa ikut mendaftarkan PDSS SNBP 2026?
Koordinator SNBP Riza Satria Perdana mengatakan siswa yang menempuh pendidikan di luar negeri dan bukan dari sekolah dengan basis kurikulum Indonesia tidak bisa mengikuti pendaftaran PDSS SNBP 2026.
“Kalau sekolahnya memang sekolah di luar negeri, tidak eligible untuk masuk ke SNBP,” ungkap Riza dalam sosialisasi daring, Selasa (6/1/2026).
Riza menjelaskan persyaratan pendaftaran PDSS SNBP 2026 memerlukan nilai dari kurikulum nasional. Untuk itu, siswa yang ingin mendaftarkan PDSS SNBP 2026 untuk masuk PTN pilihan perlu mengikuti jalur SBMPTN.
“Nanti silakan kalau memang mau kuliah di PTN di Indonesia ya, ikut SBMPTN,” tambah Riza.
Sementara itu, proses pengisian PDSS dilakukan secara daring melalui laman resmi SNPMB dan melibatkan beberapa tahapan, mulai dari pengecekan profil sekolah, pendefinisian jurusan dan kurikulum, penambahan siswa eligible, hingga finalisasi nilai. Setiap tahapan memiliki konsekuensi penting dan sebagian data tidak dapat diubah setelah difinalisasi.
PDSS berfungsi sebagai basis data resmi yang memuat informasi sekolah, siswa eligible, kurikulum, hingga nilai rapor. Seluruh data yang diinput dalam PDSS akan menjadi bahan penilaian utama dalam proses seleksi SNBP 2026 oleh panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB).
(Kurniasih Miftakhul Jannah)