Ahli Psikologi Stanford Nir Eyal, juga menerapkan hal ini. Dia bertanya pada anaknya tentang keinginan waktu untuk bermain ponsel pintar. Anaknya menjawab “45 menit!”
Hal itu di luar perkiraan Eyal, tapi dia meras puas dengan jawaban anaknya itu. Itu berarti anaknya sudah mengerti terhadap positif dan negatifnya gadget.
4. Cegah Gangguan Nyata
Putri Eyal yang berumur 10 tahun memiliki tanggung jawab mengenai waktu menonton film-nya. Dia memasang timer untuk mengingatkannya tentang batas waktu yang sudah habis.

Perjanjian ini membuat anak-anak belajar berkomitmen sekaligus orang tua juga mengetahui pola bermain ponsel pintar anaknya.
5. Berdiskusi dengan Anak Itu Bagus
Melibatkan anak dalam berdikusi juga hal yang penting. Ketika orang tua mengatur-atur anak tanpa mendengar pendapat anak-anak.
Justru cara ini menjadikan hubungan orang tua dengan anak tidak akan harmonis. Seharusnya orang tua mengadakan diskusi tentang peran masing-masing di rumah. Selain itu, berdebat sengit yang menghasilkan ketidaksetujuan terhadap sesuatu merupakan tanda keluarga yang tidak sehat.
“Ketika anak-anak bertindak sendiri, mereka mempelajari banyak hal. Walaupun orang tua tidak mengawasi mereka,” ungkal Eyal.
(Feby Novalius)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik