Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Menristekdikti Curhat Dibully Gara-Gara Wacana Datangkan Rektor Asing

Taufik Budi , Jurnalis-Senin, 22 Juli 2019 |18:54 WIB
Menristekdikti Curhat Dibully Gara-Gara Wacana Datangkan Rektor Asing
Foto: Menristekdikti (Dok. Kemenristekdiktik)
A
A
A

Untuk itu, Nasir menawarkan gagasan untuk mendatangkan dosen dan rektor dari luar negeri untuk mendongkrak kualitas pendidikan. Langkah tersebut juga merujuk pada sejumlah negara yang terlebih dahulu melakukan dan terbukti mampu mengangkat mutu pendidikan.

“Makanya saya coba tawarkan pada saat itu tahun 2016. Bagaimana mengundang rektor dari luar negeri menjadi rektor perguruan tinggi di Indonesia. Apa yang terjadi pada tahun 2016? Saya di-bully habis-habisan, para rektor se-Indonesia protes terhadap saya, dianggap sebagai bangsa inlander dan seterusnya,” beber dia.

“Kita belajar pengalaman negara-negara lain. Singapura maju perguruan tingginya, rektornya juga dari luar negeri, Taiwan maju karena rektornya juga dari luar negeri, China maju rektornya dari luar negeri. Bahkan Arab Saudi itu (peringkat) 800 aja enggak masuk, tapi sekarang rektornya dari Amerika dan dosennya 40% dari Amerika dan Eropa, sekarang masuk rangking berapa 189. Tadinya 800 aja enggak masuk,” tandasnya.

(Rani Hardjanti)

Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement