Rasa syukur juga di ungkapkan peserta lomba tilawah Alquran golongan cacat netra lainnya, Syamsuddin. Anggota kafilah asal Provinsi Maluku ini merasa beruntung karena anak nya, Umratul Aulia, tidak menjadi korban gempa yang melanda Lombok, NTB, Agustus lalu. Anak kedua Syam suddin itu merupakan santri di Pondok Tahfiz Alaziziyah Gunungsari, Mataram yang roboh saat gempa Lombok.
“Waktu itu, anak saya sudah pergi melanjutkan pindah ke Bandung, Jawa Barat untuk menjadi hafizah 30 juz,” tutur Syamsuddin yang tidak bisa melihat sejak lahir. Melalui MTQ ini, Syamsuddin berpesan kepada para penyandang disabilitas, termasuk tunanetra, tidak minder dalam pergaulan. Gali potensi yang dimiliki agar bisa setara atau bahkan melebihi orangorang normal lainnya. (Abdul Malik Mubarok )
(Feb)
(Rani Hardjanti)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik