Nisa adalah anggota kafilah dari Provinsi Sulawesi Tengah yang merasakan gempa besar yang melanda Kota Palu, Sigi, dan Donggala, akhir September lalu. Saat guncangan dahsyat terjadi, siswi kelas 2 SMU SLB Muhammadiyah Palu tersebut sedang mengikuti karantina di Asrama Haji Palu.
“Alhamdulillah, saya dan keluarga selamat,” katanya.

Bungsu dari enam bersaudara ini bercerita, dia berhasil menyelamatkan diri karena bisa ke luar dari asrama. Meski tidak melihat, tapi Nisa mengaku hafal arah menuju pintu keluar. Dengan mengandalkan ingatannya dia berjalan sambil meraba-raba tembok atau benda di sekelilingnya.
Nisa sempat terjatuh saat berbelok menuju pintu keluar. Beruntung, ada temannya yang menolongnya. “Saya kemudian mengungsi di depan Asrama Haji,” tuturnya.