Edo menjelaskan, setiap satu kilogram limbah plastik bisa menghasilkan satu liter bahan bakar berupa bensin atau solar. Untuk prosesnya, tambah dia, menggunakan metode thermal cracking dengan proses pembakaran selama 45 menit pada suhu 300-400 celcius dan tanpa oksigen.
"Konversi ini dapat dijadikan solusi untuk mengatasi tingginya timbunan sampah plastik di TPA (Tempat Pembuangan Akhir) dan digunakan sebagai bahan bakar alternatif pengganti bahan bakar fosil," imbuhnya.
Inovasi penggubahan limbah yang dilakukan timnya ini, harap Edo, bisa mengatasi permasalahan global mengenai sampah.
"Bayangkan saja jika seluruh TPA di Indonesia melakukan konversi seperti ini, maka Indonesia akan terbebas dari permasalahan sampah plastik global," tandasnya.
(Susi Fatimah)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik