Ketiga, humas harus bisa mengomunikasikan apa yang ada di institusinya agar tersampaikan kepada masyarakat. Kalau ada yang tidak tersampaikan, maka salah satu fungsi kehumasan ada yang pincang.
Keempat, ada dukungan positif dari pimpinan. Tanpa dukungan itu, maka tidak mungkin humas dapat berjalan baik. “Pimpinan itu, jika ada bad news, maka yg disalahkan pasti humasnya. Padahal, humasnya sudah berusaha beritahu pimpinan,” tandasnya.
Namun karena responsnya terlambat maka berita itu keluar. Kebetulan yang keluar adalah berita yang bad news. Bagus tidaknya humas, menurut dia, adalah tergantung bgaimana pimpinan memposisikan bagian humas.
“Humas nya ini ditaruh dimana? Kemudian sistem organisasinya seperti apa?” ujarnya. Jika humasnya ditaruh dibagian bawah, tidak kelihatan di SOTK-nya, maka fungsi dan peran humas ya hanya itu saja, yakni tetap diposisi bawah saja.
Baca juga: Yuk Kenalan dengan Jurusan Manajemen dan Prospek Kerjanya
Tapi kalau humas diberi akses, koordinasi bisa langsung ke pimpinan, maka humasnya akan menjadi keren. “Kami memandang, humas adalah jendelanya institusi,” ujarnya.
Baca juga: Cara Supaya Jurusan Kuliah Direstui Orang Tua!
Kemudian berbicara soal reputasi, lanjutnya, maka tidak bisa humas hanya berdiri sendiri. Humas perlu bersinergi dengan media massa agar bisa menyampaikan apa yang ada dalam institusinya kepada masyarakat. “Bagaimana kita mau bereputasi tanpa bersinergi,” tandasnya.