JAKARTA - Wamenag RI Zainut Tauhid Saadi meminta para dosen khususnya untuk ikut serta dalam gerakan moderasi beragama. Hal ini disampaikan Wamenag pada Webinar tentang “Refleksi Kemerdekaan dalam Perspektif Moderasi Beragama" yang digelar Dewan Dosen Indonesia.
Ajak ikut serta dalam gerakan moderasi beragama ini bertujuan untuk mencegah setidaknya tiga tantangan pada ruang publik digital seperti berkembangnya cara pandang, sikap, dan praktek beragama yang berlebihan atau ekstrim, berkembangnya klaim kebenaran (truth claim) secara subyektif dan pemaksaan kehendak atas tafsir agama yang demikian kuat, serta berkembangnya semangat beragama yang tidak selaras dengan kecintaan berbangsa NKRI.
“Sebagai civitas akademika, para dosen perlu hadir memberikan pencerahan. Dampingi dan advokasi masyarakat sehingga dewasa dalam bermedia digital dan menjadikannya sebagai instrumen memperkuat semangat keindonesiaan,” jelas Wamenag demikian dikutip pada laman resmi Kemenag, Selasa (24/08/2021).
Baca juga: Dinas Pendidikan Mukomuko Diminta Tingkatkan Pendidikan Agama
Tiga tantangan ini ditemukan dalam hasil riset disertasinya yang menunjukkan bahwa saat ini tengah terjadi proses kontestasi ideologi politik gerakan intoleransi dan ekstrimisme keagamaan di masyarakat terutama melalui infrastruktur media digital.