JAKARTA - Pohon jati akrab dengan kehidupan masyarakat desa, terutama karena manfaat yang diberikan batang pohonnya. Kekuatan dan keawetan pohon jati membuatnya banyak digunakan sebagai furniture maupun bahan membuat rumah tinggal.
Di Yogyakarta, pohon jati ini banyak terdapat di Gunung Kidul terutama yang berjenis Tectona grandis yang juga lazim ada di Indonesia. Biasanya, daun pohon jati dapat digunakan sebagai pembungkus makanan sedangkan yang kering dapat digunakan sebagai kompos. Namun di tangan mahasiswa KKN UNY daun jati dapat diubah menjadi makanan yaitu keripik.
Daun jati muda memiliki kandungan pigmen alami antosianin (Erinda). Fungsi antosianin beberapa di antaranya adalah sebagai antioksidan di dalam tubuh, sehingga dapat mencegah terjadinya penyakit penyumbatan pembuluh darah (aterosklerosis).
Selain itu dapat melindungi perut dari kerusakan, menghambat sel tumor, meningkatkan kemampuan penglihatan mata, serta berfungsi sebagai senyawa antiflamasi yang melindungi otak dari kerusakan. Daun jati juga dapat menurunkan kolesterol, hipertensi, berat badan bahkan penyembuh luka.
Mahasiswa KKN UNY Kelompok 58 yang berlokasi di Dusun Karangduwet I, Karangrejek, Wonosari merasa perlu untuk mengajarkan kepada warga mengenai cara pembuatan keripik daun jati agar dapat dikembangkan dan disebarluaskan ke masyarakat pada umumnya.
Salah satu mahasiswa KKN yaitu Hapsari Eka Wijayanti menjelaskan bahwa bahan yang diperlukan adalah daun jati, tepung beras dan tapioka. “Bumbunya merica, garam, bawang putih, dan ketumbar,” kata Hapsari, seperti dikutip Okezone dari laman UNY, Rabu (5/9/2018).