Mahasiswa Ini Racik Daun Krokot dan Stevia Jadi Teh Pereda Nyeri Haid

Neneng Zubaidah, Koran SI · Senin 16 Agustus 2021 21:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 16 65 2456565 mahasiswa-ini-racik-daun-krokot-dan-stevia-jadi-teh-pereda-nyeri-haid-rctgAsTFt5.jpg Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) / foto: istimewa

JAKARTA - Banyak wanita yang mengalami nyeri haid atau dismenore berupa gangguan nyeri atau kram pada perut. Asupan makanan dari asam lemak tidak jenuh ganda (omega-3) dapat mengurangi rasa sakit seperti dismenore, reumatik atritis, penyakit usus, dan neuropati. Biasanya kandungan omega-3 terdapat di ikan, kedelai, telur, daging, udang, dan buah-buahan.

Salah satu jenis tanaman yang mengandung omega-3 tinggi adalah krokot (Portulaca oleraceae). Agar krokot dapat dinikmati oleh masyarakat luas maka sekelompok mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menjadikan tanaman ini sebagai minuman teh pereda haid yang dikombinasikan dengan daun stevia.

Baca juga:  Mahasiswa UNY Ciptakan Alat Pengusir Burung Otomatis Tenaga Surya

Mereka adalah Risma Wulansari prodi pendidikan akuntansi, Lisa Utari prodi akuntansi dan Zulfi Dimas Rakhmadya prodi biologi.

Menurut Risma Wulansari krokot yang selama ini dianggap tanaman liar dan hanya digunakan sebagai makanan ternak, ternyata mengandung kandungan omega-3 yang cukup tinggi.

“Kandungan omega-3 di dalam 100 g simplisia daun krokot kering sebesar 1606mg/100g,” paparnya dilansir dari laman resmi UNY di uny.ac.id, Senin (16/8/2021).

Baca juga:  UNY Raih Emas di Kompetisi Paduan Suara Italia

Asam lemak omega-3 adalah lemak penting yang tidak dapat diproduksi oleh tubuh. Oleh karena itu harus didapatkan dari makanan. Tanaman krokot juga memiliki harga yang relatif murah dibandingkan dengan sumber omega-3 lainnya. Tumbuhan ini dikenal sebagai tumbuhan yang mudah hidup dalam kondisi hujan maupun kemarau.

Lisa Utari menambahkan ekstrak krokot tidak memiliki rasa, oleh karena itu ditambahkan daun stevia sebagai perasa atau pengganti gula. Daun stevia adalah salah satu dari tanaman yang mengandung glikosida sebagai alternatif pemanis alami rendah kalori pengganti gula.

“Teh krokot daun stevia ini kami sebut Krovia Tea yang terbuat dari bahan alami dan aman bagi penderita diabetes” papar Lisa.

Baca juga: Kisah Putri Petani yang Diterima di UNY dengan KIP Kuliah

Zulfi Dimas Rakhmadya menjelaskan bahan utama yang digunakan adalah tumbuhan krokot dan daun stevia.

“Alat yang digunakan adalah oven pengering, nampan, blender, ember, saringan, dan hand sealer,” ungkap Zulfi.

Tahap pembuatannya adalah dari ekstraksi daun krokot dan daun stevia serta pembuatan teh celup Krovia Tea. Pada langkah esktraksi daun krokot, tumbuhan krokot dicuci dan ditiriskan lalu didiamkan dengan tidak terkena sinar matahari secara langsung selama 3 hari untuk mengurangi kadar air hingga 70%.

Haluskan secara kasar menggunakan blender untuk memecahkan sel-sel daun dan masuk tahap oksidasi untuk membentuk warna, rasa, dan aroma. Keringkan menggunakan oven pengering lalu sortir menggunakan saringan untuk mengecek ekstrak yang siap digunakan.

Bubuk krokot siap. Di tempat yang berbeda daun stevia dicuci dan ditiriskan, keringkan menggunakan oven pada suhu 60o C dan dihaluskan dengan blender. Diayak dengan saringan. Bubuk stevia siap digabungkan dengan bubuk krokot untuk dijadikan teh.

Timbang bubuk krokot 1,75 gram dan bubuk stevia 0,25 gram, campur dan masukkan ke dalam kantong teh celup. Beri benang food grade, masukkan dalam kotak berisi 10 buah teh dan Krovia Tea siap dipasarkan.

Karya ini berhasil meraih dana Dikti dalam Program Kreativitas Mahasiswa bidang Kewirausahaan tahun 2021. Hal ini adalah salah satu upaya UNY untuk melaksanakan agenda pembangunan berkelanjutan dalam bidang kesehatan yang baik dan pendidikan bermutu. (din)

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini