Bagi keluarga Lasarus sendiri, wisuda tahun ini bukan sekadar seremoni akademik biasa. Lebih dari itu, momen tersebut menjadi penutup dari perjalanan panjang yang dipenuhi perjuangan, pengorbanan, dan kebersamaan selama hampir empat tahun terakhir.
Sang ayah telah lebih dahulu menyelesaikan pendidikan doktoralnya dengan predikat Cumlaude dan raihan IPK sempurna 4,00. Kini, sang anak resmi menyandang gelar Sarjana Kedokteran dengan predikat Cumlaude dan IPK 3,88. Dua generasi, dua bidang ilmu berbeda, namun dipersatukan oleh semangat belajar yang sama di Gadjah Mada Yogyakarta.
Walau menempuh jalan akademik yang berbeda, satu hal yang tetap melekat dalam perjalanan mereka adalah komitmen dan fokus untuk memberikan yang terbaik. Di balik toga hitam dan almamater biru khas UGM, tersimpan kisah tentang ayah dan anak yang berjalan bersama mengejar mimpi, saling mendukung dalam senyap, dan akhirnya sama-sama berdiri membanggakan di panggung akademik salah satu universitas terbaik di Indonesia. Bahkan pencapaian dokter muda Elvina ini menjadi inspirasi dan motivasi bagi orang lain termasuk buat adiknya, Yukio Marsa Yudhistira yang menjadi mahasiswa salah satu PTN di Indonesia pada tahun ini.
Bagi banyak orang, kisah Elvina Marla Banowati yang saat ini sedang koas di berbagai rumah sakit disekitar Yogyakarta dan sang ayah bukan lagi sekadar berita wisuda. Kisah ini telah berkembang menjadi simbol harapan tentang pentingnya pendidikan dalam keluarga Indonesia, tentang mimpi yang diperjuangkan bersama, keteladanan orang tua yang hidup dalam tindakan nyata, dan keyakinan bahwa keberhasilan terbesar sering kali lahir dari keterbatasan namun dukungan keluarga yang saling menguatkan.
(Khafid Mardiyansyah)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik