SURAKARTA – Booth iReporter iNews Campus Connect di Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Surakarta ramai dikunjungi mahasiswa pada gelaran hari kedua, Kamis (21/6/2026). Mereka merasakan sensasi pertama kali jadi reporter.
Puluhan mahasiswa sangat antusias untuk mencoba booth iReporter. Mereka bisa merasakan langsung bagaimana rasanya menjadi jurnalis televisi dan melakukan laporan langsung di depan kamera.

Satu per satu dari mereka mengantri untuk bergantian mencoba melakukan laporan langsung. Sembari menunggu, banyak mahasiswa yang mencoba berbincang-bincang dengan mentor dari iNews Media Group yang merupakan jurnalis iNews TV terkait teknis “live report” atau laporan langsung di depan kamera.
Dari mulai materi laporan hingga gerakan tubuh, lalu intonasi dan bahasa yang digunakan, semuanya digali oleh para peserta kepada para pendamping di booth iReporter.

Adanya booth iReporter ini menjadi kesenangan dan pengalaman tersendiri bagi para mahasiswa. Salah satunya seperti yang diungkapkan oleh Nadia Diandra, seorang mahasiswa Pendidikan Akuntansi UNS.
Nadia mengungkapkan bahwa dirinya sangat senang bisa mengunjungi booth iReporter. Meskipun bukan berkuliah di jurusan jurnalistik, ia pengalaman menjadi reporter televisi dan menyampaikan laporan langsung di depan kamera menjadi sesuatu yang berkesan bagi dirinya.
“Wah, perasaannya jujur seru banget. Karena ini jujur pengalaman pertama saya buat jadi live report. Jadi senang banget dan pastinya ini pengalaman berharga banget sih,” kata Nadia saat diwawancarai, Kamis (21/5/2026).

Apalagi, Nadia mengaku bahwa dirinya memiliki ketertarikan untuk menjadi seorang jurnalis atau reporter televisi. Menurutnya, adanya booth iReporter ini menjadi sarana bagi dirinya untuk menyalurkan ketertarikanya meski dalam waktu yang singkat.
Nadia merasa dirinya mendapat banyak pelajaran saat berada di booth tersebut. Pelajaran itu berupa bagaimana cara melakukan laporan langsung yang ia dapat dari pendamping yang merupakan reporter iNews TV secara langsung.
“Ada banget, pengen banget (jadi reporter televisi). Sebenarnya kalau deg-degan karena takut salah sebenarnya. Cuman ternyata kakaknya yang mendampingi juga seru-seru banget dan bisa lancar gitu,” tutur dia.
Setelah mencoba menjadi reporter televisi dan menyampaikan laporan langsung di depan kamera, ia akhirnya menjadi tahu bagaimana di balik layar saat seorang reporter. Dia mencoba melaporkan kejadian secara langsung.
“Ternyata dunia kayak media jurnalis tuh seperti ini, kayak selama ini kan lihatnya cuma dari TV aja, tapi ternyata seru juga. Jadi tahu kayak cara pembicaraannya, cara pembawaannya yang benar tuh kayak gimana gitu sih,” pungkas dia.
(Djanti Virantika)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik