
Oleh karena itu, Tulus menilai edukasi fintech sangat penting karena banyak pengguna yang langsung menyetujui syarat dan ketentuan tanpa membaca atau bahkan memahami isinya. Padahal, menurutnya, memahami detail layanan keuangan digital adalah langkah penting untuk menghindari risiko di kemudian hari.
“Kesadaran itu tidak turun dari langit. Harus dipelajari,” katanya.
Untuk itu, Tulus mendorong mahasiswa agar mulai membangun kebiasaan mengelola keuangan secara bijak sejak dini. Termasuk menyusun skala prioritas pengeluaran, mulai dari kebutuhan utama seperti makan, tempat tinggal, hingga transportasi.
Tulus juga mengingatkan agar mahasiswa tidak mengambil keputusan finansial secara sepihak. Apalagi, mahasiswa masih bergantung pada orang tua dalam hal finansial.
“Kalau terdesak dan ingin menggunakan layanan keuangan, komunikasikan dulu dengan orang tua. Jangan sampai keputusan itu justru jadi beban baru,” tutupnya.
(Djanti Virantika)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik