Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tantangan Konservasi Macan Tutul Jawa di Tengah Perubahan Lingkungan

Kurniasih Miftakhul Jannah , Jurnalis-Senin, 04 Mei 2026 |19:12 WIB
Tantangan Konservasi Macan Tutul Jawa di Tengah Perubahan Lingkungan
Tantangan Konservasi Macan Tutul Jawa di Tengah Perubahan Lingkungan (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA – Upaya pelestarian macan tutul Jawa menghadapi berbagai tantangan di tengah perubahan lingkungan yang terus berlangsung. Spesies endemik Pulau Jawa ini kian terdesak akibat berkurangnya habitat alami, yang berdampak pada keseimbangan ekosistem hutan.

Salah satu langkah yang dilakukan untuk memahami kondisi populasi adalah melalui kegiatan survei di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Survei ini menjadi bagian dari upaya penyusunan strategi konservasi berbasis data, sekaligus memetakan jumlah individu serta sebarannya di alam liar.

Hasil pemantauan tahap awal hingga pertengahan 2025 mengidentifikasi sedikitnya delapan individu macan tutul Jawa di kawasan tersebut, terdiri dari satu jantan, enam betina, dan satu anakan. Sementara itu, survei lanjutan masih dilakukan guna memperoleh gambaran populasi yang lebih komprehensif.

Selain pendataan, kegiatan ini juga melibatkan pelatihan bagi puluhan peserta dari berbagai lembaga terkait. Mereka dibekali kemampuan penggunaan kamera pengintai serta pengolahan data, sebagai bagian dari penguatan kapasitas dalam pemantauan satwa liar.

Di sisi lain, perubahan bentang alam menjadi tantangan utama dalam konservasi macan tutul Jawa. Ekspansi aktivitas manusia dalam beberapa dekade terakhir menyebabkan penyempitan habitat, sehingga satwa ini kerap keluar dari kawasan hutan dan mendekati permukiman warga.

Tantangan Konservasi Macan Tutul

Direktur Yayasan SINTAS Indonesia, Hariyo T. Wibisono, menilai kebutuhan dasar macan tutul Jawa sebenarnya sederhana, yakni habitat yang aman, cukup luas, dan saling terhubung antar kawasan.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement