Salah satu poin yang disoroti adalah jam kerja yang dinilai tidak sesuai aturan serta kurangnya pengawasan dari pembimbing. Bahkan, disebutkan adanya beban kerja tinggi tanpa waktu libur hingga tiga bulan, baik di bangsal maupun instalasi gawat darurat (IGD).
Selain itu, kondisi kesehatan dr. Myta diduga tidak mendapat perhatian yang memadai. Ia tetap dijadwalkan bekerja meski telah mengeluhkan sakit sejak Maret 2026, termasuk menjalani tugas jaga malam.
Dalam kondisi fisik yang menurun, seperti sesak napas dan demam tinggi, dr. Myta tetap bertugas. Bahkan, disebutkan kadar saturasi oksigennya sempat berada di angka 80 persen sebelum akhirnya mendapat penanganan medis.
IKA FK Unsri juga menyoroti dugaan kendala administratif dalam pelayanan kesehatan. Disebutkan bahwa ketersediaan obat di rumah sakit sempat tidak mencukupi, sehingga pasien harus mencari obat secara mandiri di luar fasilitas.
Tak hanya itu, terdapat pula dugaan adanya tekanan serta pembatasan informasi oleh oknum pembimbing. Kondisi ini dinilai berdampak pada dokter internship yang ingin menyampaikan situasi kerja mereka.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik