JAKARTA – Kiprah pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, terus mencuri perhatian setelah dipastikan naik ke kelas dunia pada ajang Moto3 musim 2026. Pebalap asal Wonosari, Gunungkidul, itu menapaki jalur profesional sejak usia belia melalui pendidikan balap yang terstruktur.
Veda diketahui mengasah kemampuannya di sekolah balap khusus atau private racing school, tempat para pembalap muda ditempa secara teknis dan mental sebelum masuk ke kompetisi level internasional. Pendidikan tersebut menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter dan konsistensinya di lintasan.
Pada musim 2026, Veda resmi bergabung dengan Honda Team Asia untuk berlaga di ajang Moto3. Kesempatan ini menjadi langkah besar dalam kariernya, sekaligus mewujudkan impian masa kecilnya untuk tampil di kejuaraan dunia.
Ia menjalani debutnya di Moto3 Thailand Grand Prix 2026 yang berlangsung di Chang International Circuit>, Buriram, Thailand, pada 1 Maret 2026. Memulai balapan dari posisi kelima, Veda mampu bersaing di barisan depan dan sempat merangsek ke posisi tiga besar.
Meski akhirnya finis di urutan kelima, performa tersebut dinilai impresif untuk ukuran debutan berusia 17 tahun yang langsung beradaptasi dengan persaingan ketat di kelas dunia.
Saat menjalani musim balap di Eropa tahun lalu, Veda Ega Pratama tetap mendapatkan pendampingan pendidikan dari PT Astra Honda Motor (AHM). Program pembinaan tersebut memastikan karier balapnya tetap berjalan seiring dengan pendidikan formal.
Selama berada di Spanyol, Veda tercatat mengikuti kegiatan sekolah secara langsung (tatap muka). Artinya, ia tetap wajib hadir di kelas seperti siswa pada umumnya, meski di tengah jadwal latihan dan kompetisi yang padat.
Skema ini menjadi bagian dari komitmen pembinaan yang menekankan keseimbangan antara prestasi olahraga dan pendidikan akademik. Dengan sistem tersebut, Veda tidak hanya berkembang sebagai pembalap, tetapi juga tetap memenuhi kewajiban pendidikannya selama berkarier di kancah internasional.
Sebelum naik ke Moto3, Veda lebih dulu menunjukkan potensinya di level Asia dan Eropa. Ia tercatat sebagai juara Asia Talent Cup 2023 serta meraih posisi runner-up di Red Bull Rookies Cup. Prestasi tersebut menjadi landasan kuat hingga akhirnya mendapat kepercayaan tampil bersama tim binaan Honda di kejuaraan dunia.
Penampilan solid Veda di seri pembuka turut mendapat sorotan dari Honda Racing Corporation (HRC). Dalam pernyataan resminya, Honda menilai hasil finis kelima pada debutnya sebagai capaian positif dan sinyal bahwa pembalap muda Indonesia tersebut layak diperhitungkan pada seri-seri berikutnya.
Langkah Veda Ega Pratama menuju Moto3 2026 menjadi bukti bahwa pembinaan terstruktur melalui sekolah balap profesional dapat membuka jalan menuju level tertinggi. Perjalanannya kini menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia yang bercita-cita menembus kompetisi balap motor dunia.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik