Tak hanya itu, palm kernel shell atau cangkang kelapa sawit (CKS) juga dimanfaatkan sebagai pengganti agregat batu pecah pada beton. Hasil kajian tim peneliti FTUI yang didanai Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) menemukan bahwa dampak lingkungan dari penggunaan CKS sebagai agregat beton dibandingkan dengan agregat daur ulang serta agregat alam bersifat kontekstual bergantung pada kebutuhan performa mekanis dan aspek geografis.
Dari sisi performanya, beton CKS memiliki kekuatan dan pola keruntuhan serta perilaku di bawah beban yang mirip dengan beton biasa namun lebih ulet, menjadikannya lebih tahan gempa. Pemanfaatan bahan baku sekunder dalam industri konstruksi tidak hanya membuka peluang pengurangan limbah industri dan emisi karbon, tetapi juga memperkuat ketahanan pasokan material nasional.
Penelitian Prof. Sotya terkait pemanfaatan bahan baku sekunder ini merupakan bagian dari peta jalan riset berkelanjutan di bidang rekayasa material konstruksi ramah lingkungan yang telah dikembangkan dalam beberapa tahun terakhir. Sejumlah publikasi ilmiahnya memperkuat arah riset tersebut, antara lain A Comparative Study of the Life Cycle Assessment of Natural, Recycled and Oil Palm Shell Aggregate Concretes (2025); Mechanical and Physical Characteristics of Oil Palm Empty Fruit Bunch as Fine Aggregate Replacement in Ordinary Portland Cement Mortar Composites (2024); serta Experimental and Finite Element Analysis of Reinforced Concrete Beams Using Ferronickel Slag as Partial Replacement for Fine Aggregate Under Semi-Cyclic Loading (2024).
Sebelum dikukuhkan sebagai guru besar UI, Prof. Sotya memperoleh gelar Sarjana Teknik dari FTUI pada 1991; M.Eng. in Metallurgy dari Katholieke Universiteit Leuven, Belgia pada 1994; dan Ph.D in Materials Engineering dari The University of Western Australia, Australia pada 2005. Saat ini, ia menjabat sebagai Kepala Laboratorium Fisika Material, FTUI (2021–2026) serta Anggota Pengurus Pusat Persatuan Insinyur Indonesia periode 2024–2027.
Acara pengukuhan guru besarnya dihadiri oleh beberapa tamu undangan, di antaranya Direktur Utama PT Industri Baterai Indonesia, Dr. Eng. Aditya Farhan Arif; Komisaris PT Len Industri (Persero), Mayor Jenderal (Purn) Arkamelvi Karmani; VP Research and Development PT Nindya Karya (Persero), Arum Sari Trihadiningsih; dan Direktur Operasi dan Produksi PT PERMINAS (PERSERO), Oktoria Masniari. ### Lampiran: Media Contact: Dr. Erwin Agustian Panigoro, M.M. Direktur Hubungan Masyarakat, Media, Pemerintah dan Internasional E-mail/Telp: [email protected]/08151500-0002
(Khafid Mardiyansyah)