Namun, sepanjang kariernya, Epstein, 61 tahun, mengakuisisi properti di seluruh dunia, termasuk sebuah peternakan di New Mexico, sebuah rumah mewah di Palm Beach, Florida, dan sebuah rumah mewah dengan 40 kamar di New York, yang dilaporkan sebagai properti hunian terbesar di Manhattan.
Dengan kekayaan yang melimpah, datang pula pengaruh yang besar, dan Epstein membangun persahabatan dengan tokoh-tokoh berpengaruh di kalangan elite: selebritas, politisi, pengusaha sukses, dan bangsawan. Daftar kliennya tidak pernah diungkapkan kepada publik, meskipun diketahui bahwa salah satunya adalah miliarder pemilik toko ritel Les Wexner, yang kerajaan bisnisnya mencakup jaringan Victoria’s Secret.
Wexner dikabarkan telah memutuskan hubungannya dengan Epstein. Namun, bankir investasi itu tetap memiliki daftar kontak yang mengesankan, dari Hollywood hingga Washington. Ia adalah seorang filantropis yang murah hati, menyumbangkan jutaan dolar kepada Harvard dan lembaga-lembaga lain yang terlibat dalam penelitian ilmiah mutakhir.
Ia pernah berteman dekat dengan Bill Clinton, Donald Trump, Kevin Spacey, dan Naomi Campbell, sering meminjamkan jet pribadinya kepada kenalan-kenalannya yang berpengaruh, dan terkenal karena pesta-pesta mewahnya.
Mungkin tidak mengherankan, Epstein digambarkan sebagai Great Gatsby modern. Kejatuhannya, yang dimulai hampir satu dekade lalu, sama dramatisnya dengan tokoh protagonis dalam novel karya Fitzgerald tersebut. Epstein ditangkap pada tahun 2005, setelah ibu tiri seorang gadis berusia 14 tahun memberi tahu polisi Florida bahwa ia telah membayar US$200 untuk pijat erotis dengan putrinya, dan kemudian menjadi subjek penyelidikan FBI.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)