JAKARTA – Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Iman Rachman, memutuskan mundur dari jabatannya menyusul anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang berujung pada penghentian sementara perdagangan selama dua hari berturut-turut, yakni pada 27 dan 28 Januari 2026. Keputusan tersebut diambil sebagai bentuk tanggung jawab pribadi.
“Saya sebagai Direktur Utama BEI dan sebagai bentuk tanggung jawab saya terhadap apa yang terjadi dua hari kemarin, menyatakan mengundurkan diri dari Dirut BEI,” ujar Iman di Jakarta, Jumat (30/1/2026).
Sebagai informasi, IHSG mengalami penghentian sementara perdagangan selama dua hari berturut-turut pada 27 dan 28 Januari 2026. Kondisi ini dipicu oleh penurunan tajam IHSG hingga mencapai 8 persen pada kedua hari tersebut.
Tekanan jual dari investor menyebabkan pelemahan indeks, yang merespons rilis dari lembaga penyedia indeks global MSCI (Morgan Stanley Capital International). MSCI menilai bursa saham Indonesia masih kurang transparan dalam memaparkan data pemegang saham terkait ketentuan free float.
Iman Rachman menempuh pendidikan sarjana di Fakultas Ekonomi Universitas Padjadjaran, Bandung, Jawa Barat, dan lulus pada 1995. Ia kemudian melanjutkan pendidikan ke jenjang magister dengan meraih gelar Master of Business Administration in Finance dari Leeds University Business School, Leeds, West Yorkshire, Inggris, pada 1997.