Hendriyan berharap materi pajak yang disampaikan dapat bermanfaat untuk menambah pengetahuan siswa. Tahun ini, Pajak Bertutur mengusung tema “Lampaui Batas, Bangkit untuk Indonesia Emas”.
Kegiatan dimulai pukul 08.30 WIB dan berlangsung selama tiga jam. Siswa diminta mengerjakan kuis melalui Quizizz di awal acara untuk mengetahui sejauh mana pemahaman mereka tentang pajak.
Saat sesi penyampaian materi oleh Roberto dan Najib, komunikasi dilakukan dua arah melalui selingan pertanyaan, diantaranya, apa itu APBN, berapa porsi pajak dalam APBN, apa itu pajak, dan apa itu free rider dalam pajak.
Setelah narasumber menyampaikan materi, siswa diajak bermain kuis Ranking 1 di mana siswa diminta memilih satu jawaban benar diantara dua pilihan jawaban. Pertanyaan berasal dari materi pajak yang telah dijelaskan oleh narasumber. Kuis Ranking 1 diberikan di penghujung acara untuk mengetahui apakah materi yang disampaikan dipahami oleh peserta.
Di akhir sesi, perwakilan siswa diminta untuk merangkum dan menjelaskan materi yang telah disampaikan.
Rana, salah satu siswa yang maju secara sukarela menyimpulkan bahwa peran pajak sangat besar. Pajak menyumbang lebih dari 70% dalam APBN. Ia mengibaratkan pajak dalam APBN seperti air dalam tubuh manusia yang menunjang kehidupan.
“Dalam APBN ada pendapatan pajak lebih dari 70%, ini seperti manusia terdiri dari 70% air. Untuk tetap hidup dan bisa beraktifitas manusia membutuhkan air dan supaya negara tetap berjalan dibutuhkan uang pajak,” jelas Rana.
Acara kemudian dilanjutkan dengan pemberian hadiah kepada pemenang kuis, flashmob dengan seluruh peserta, dan ditutup dengan foto bersama pukul 11.30 WIB.
(Taufik Fajar)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik