Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Senangnya Siswa-siswi St John High School Belajar Budaya di KBRI Canberra

Kristalensi Bunga Nauli Sihite , Jurnalis-Rabu, 19 Juni 2024 |12:44 WIB
Senangnya Siswa-siswi St John High School Belajar Budaya di KBRI Canberra
Siswi St John High School belajar budaya RI (Foto: KBRI Canberra)
A
A
A

Menurut Atdikbud KBRI Canberra, Mukhamad Najib, kunjungan sekolah ke Balai Wisata Budaya KBRI Canberra merupakan bagian dari program pengenalan budaya Indonesia. Balai Wisata Budaya selalu terbuka untuk siswa dan mahasiswa di Australia. Namun begitu, untuk bisa datang ke KBRI harus dilakukan perjanjian terlebih dulu. “Sejak dua tahun ini, banyak sekali sekolah dan kampus yang ingin membawa siswanya ke KBRI Canberra untuk program pengenalan budaya maupun melakukan workshop musik dan tari tradisional Indonesia. Oleh karena itu kita perlu atur jadwalnya agar tidak bentrok”, tutur Najib.

Atdikbud Najib mengatakan jika kantor Atdikbud KBRI Canberra selalu siap menerima dan melayani pemintaan sekolah-sekolah di Australia untuk berkunjung. Sekolah yang datang tidak hanya dari Canberra, tapi banyak juga dari luar kota. Pada tahun 2024 ini ada beberapa sekolah yang berasal dari negara bagian Victoria dan New South Wales yang berkunjung ke KBRI Canberra. Bahkan pada tahun 2023 lalu, ada sekolah dari Rockhampton yang sangat jauh dari Canberra bekunjung ke KBRI.

“Tahun lalu ada sekolah dari Rockhamton datang ke KBRI, sekolah tersebut berlokasi di daerah pedalaman negara bagian Queensland. mereka harus menempuh perjalanan darat 6 jam dan dilanjutkan dengan perjalanan udara selama 2 jam untuk bisa sampai ke Canberra. Mereka melakukan hal itu karena sekolah ingin agar siswanya memiliki kesadaran multi budaya yang baik, sehingga para guru berpendapat akan sangat tepat jika para siswa bisa berkunjung ke KBRI Canberra”, jelas Najib.

Guru pendamping dari St John High School yang turut hadir, Lucy Manley, mengaku sangat gembira melihat siswanya bisa mengenal dan menikmati budaya Indonesia. Menurutnya, para siswa datang dari budaya yang seragam karena tinggal di daerah pedalaman yang hanya dihuni oleh orang kulit putih. Sehingga, tambah Lucy, para siswa perlu mengenal dunia luar dan kebudayaan luar secara langsung, khususnya budaya Indonesia sebagai negara tetangga terdekat dan terbesar Australia. Lucy pun berharap di masa depan akan dapat membawa para siswanya berkunjung ke berbagai daerah di Indonesia.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement