Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Senangnya Siswa-siswi St John High School Belajar Budaya di KBRI Canberra

Kristalensi Bunga Nauli Sihite , Jurnalis-Rabu, 19 Juni 2024 |12:44 WIB
Senangnya Siswa-siswi St John High School Belajar Budaya di KBRI Canberra
Siswi St John High School belajar budaya RI (Foto: KBRI Canberra)
A
A
A

CANBERRA - Siswa-siswi St John High School tampak senang saat belajar suatu budaya yang baru, yaitu budaya Indonesia langsung di KBRI Canberra. St John High School adalah sekolah yang terletak di Nowra, suatu wilayah pedalaman di negara bagian New South Wales, Australia. Untuk bisa sampai ke Canberra, mereka harus menempuh jarak sekitar 300 km melalui jalur darat.

Para siswa St John High School datang ke KBRI Canberra dengan didampingi oleh dua orang guru. Mereka diterima langsung oleh tim dari kantor Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) KBRI Canberra. Selanjutnya para siswa dikenalkan dengan Indonesia secara umum, baik tentang lokasi geografis, penduduk, dan budayanya.

Para siswa diberi kesempatan untuk melihat Balai Wisata Budaya yang ada di KBRI Canberra. Di dalam Balai Wisata Budaya mereka dikenalkan dengan artifak kebudayaan Indonesia, seperti rumah adat, pakaian tradisional, alat transportasi khas Indonesia, dan lukisan-lukisan Indonesia.

Kemudian para siswa dikenalkan dengan wayang, baik berupa wayang kulit khas Jawa maupun wayang golek khas Sunda. Mereka diberi kesempatan untuk memainkan wayang layaknya seorang dalang. Setelah puas mencoba wayang, para siswa dibawa ke ruang gamelan. Di sana mereka mendapatkan pelatihan singkat gamelan Jawa dan dilanjutkan dengan pelatihan gamelan Bali. Siswa-siswi St John High School pun mendapat kesempatan untuk berlatih salah satu tari tradisional yang populer di pulau Jawa, yaitu tari kuda lumping.

Para siswa sangat terpesona dengan bunyi musik gamelan Jawa yang menenangkan. Sementara ketika berlatih gamelan Bali, mereka merasakan sebaliknya, lebih dinamis dan energik. Dengan dibimbing langsung oleh staff Atdikbud KBRI Canberra, Muhammad Nur Aziz, para siswa semangat berlatih tari kuda lumping. Mereka bergerak ke kanan, ke kiri dan berputar diatas jaranan sambil diiringi musik Jawa. Mereka tampak menikmati tarian kuda lumping dengan penuh keceriaan. “Canberra yang suhunya -4ºC jadi tidak dingin lagi, karena kami bergerak, bergerak, dan bergerak terus bersama kuda lumping”, komentar salah seorang siswa.

Menurut Atdikbud KBRI Canberra, Mukhamad Najib, kunjungan sekolah ke Balai Wisata Budaya KBRI Canberra merupakan bagian dari program pengenalan budaya Indonesia. Balai Wisata Budaya selalu terbuka untuk siswa dan mahasiswa di Australia. Namun begitu, untuk bisa datang ke KBRI harus dilakukan perjanjian terlebih dulu. “Sejak dua tahun ini, banyak sekali sekolah dan kampus yang ingin membawa siswanya ke KBRI Canberra untuk program pengenalan budaya maupun melakukan workshop musik dan tari tradisional Indonesia. Oleh karena itu kita perlu atur jadwalnya agar tidak bentrok”, tutur Najib.

Atdikbud Najib mengatakan jika kantor Atdikbud KBRI Canberra selalu siap menerima dan melayani pemintaan sekolah-sekolah di Australia untuk berkunjung. Sekolah yang datang tidak hanya dari Canberra, tapi banyak juga dari luar kota. Pada tahun 2024 ini ada beberapa sekolah yang berasal dari negara bagian Victoria dan New South Wales yang berkunjung ke KBRI Canberra. Bahkan pada tahun 2023 lalu, ada sekolah dari Rockhampton yang sangat jauh dari Canberra bekunjung ke KBRI.

“Tahun lalu ada sekolah dari Rockhamton datang ke KBRI, sekolah tersebut berlokasi di daerah pedalaman negara bagian Queensland. mereka harus menempuh perjalanan darat 6 jam dan dilanjutkan dengan perjalanan udara selama 2 jam untuk bisa sampai ke Canberra. Mereka melakukan hal itu karena sekolah ingin agar siswanya memiliki kesadaran multi budaya yang baik, sehingga para guru berpendapat akan sangat tepat jika para siswa bisa berkunjung ke KBRI Canberra”, jelas Najib.

Guru pendamping dari St John High School yang turut hadir, Lucy Manley, mengaku sangat gembira melihat siswanya bisa mengenal dan menikmati budaya Indonesia. Menurutnya, para siswa datang dari budaya yang seragam karena tinggal di daerah pedalaman yang hanya dihuni oleh orang kulit putih. Sehingga, tambah Lucy, para siswa perlu mengenal dunia luar dan kebudayaan luar secara langsung, khususnya budaya Indonesia sebagai negara tetangga terdekat dan terbesar Australia. Lucy pun berharap di masa depan akan dapat membawa para siswanya berkunjung ke berbagai daerah di Indonesia.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement