Tikus-tikus tersebut melihat adanya perbaikan pada rasa gatal dan kerusakan kulit yang mereka alami. Salah satu studi, dr. Liwen Deng mengatakan jika rasa gatal bisa sangat melemahkan pasien yang menderita kondisi kulit kronis.
BACA JUGA:
“Banyak dari pasien ini membawa mikroba yang telah kami tunjukkan untuk pertama kalinya di kulit yang dapat menyebabkan rasa gatal,” ujarnya dikutip dari BBC News, Selasa (28/11/2023).
Para ilmuwan sekarang berharap obat tersebut dapat digunakan sebagai obat anti-gatal bagi manusia, dan dapat digunakan sebagai krim baru di masa depan.
(Marieska Harya Virdhani)