Share

Implementasi Program Kemendikbudristek, Mahasiswa UPH Lakukan Pemberdayaan Masyarakat Desa Cikande

Tim Okezone, Okezone · Rabu 21 September 2022 14:04 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 21 65 2671980 implementasi-program-kemendikbudristek-mahasiswa-uph-lakukan-pemberdayaan-masyarakat-desa-cikande-EjliUTREAp.jpg Pengabdian masyarakat mahasiswa UPH di Cikande/Foto: Istimewa

JAKARTA - Mahasiswa merupakan aset bangsa yang harus memiliki kepedulian dan sikap untuk melayani sesama. Tidak terbatas hanya melalui pelayanan di dalam universitas, tetapi juga menjangkau masyarakat luas. Berangkat dari hal ini, Service-Learning Community (SLC), salah satu organisasi yang berada di bawah naungan unit Student Life Universitas Pelita Harapan (UPH) menjalankan program Peningkatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) 2022.

 BACA JUGA:Simpan Sabu di Rak Piring, Pengedar Narkoba Diciduk

Program ini merupakan implementasi dari pendapatan pendanaan hibah Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Program PPK Ormawa UPH yang melibatkan mahasiswa lintas fakultas ini mengusung judul “Pemberdayaan Masyarakat Desa Cikande Melalui Kegiatan Panggung Boneka, Membaca Senyap dan Nyaring dalam Mendukung Program Merdeka Literasi”.

Program yang berjalan dari Juli hingga November 2022 tersebut berfokus pada pemberdayaan masyarakat Desa Cikande, Kabupaten Serang, Provinsi Banten yang sudah menjadi mitra UPH sejak tahun 2019 melalui Yayasan dan Sekolah Tiara Veritas. Pemberdayaan ini dilakukan sebagai upaya untuk mengatasi permasalahan pendidikan di Desa Cikande.

 BACA JUGA:Bocah SD Tewas di Kolam Renang Kedalaman 1,5 Meter

“Salah satu permasalahan yang menjadi sorotan kami di Desa Cikande adalah terkait kualitas pendidikan. Mayoritas masyarakat dan orang tua di sana bekerja di pabrik dari pagi hingga sore bahkan ada juga yang hingga larut malam. Hal ini membuat tidak adanya waktu orang tua untuk mendampingi anak-anak mereka bermain maupun belajar," kata Dinda Sekar Syallomitha, mahasiswa Psikologi UPH, 2019 dan ketua tim program PPK Ormawa UPH 2022, Rabu 921/9/2022).

"Dari sini kami tergerak untuk berkomitmen membantu memperbaiki kualitas pendidikan melalui gerakan peningkatan budaya membaca pada anak-anak melalui penyebaran pojok baca yang dibuat dan melakukan beberapa kegiatan literasi di desa Cikande. Kegiatan sederhana yang kami siapkan ini bertujuan untuk mengisi waktu mereka dengan kegiatan bermanfaat,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan pembuatan pojok baca akan tersebar di beberapa lokasi sehingga diharapkan dapat menjadi wadah dan memotivasi anak-anak untuk gemar membaca. Pojok baca ini juga hadir dengan berbagai kegiatan literasi seperti pengenalan membaca senyap dan nyaring. Selain meningkatkan minat baca, kegiatan membaca nyaring juga dapat menjadi cara untuk meningkatkan kepercayaan diri anak-anak untuk bisa berkomunikasi lewat literasi di depan banyak orang.

“Kami melihat program PKK Ormawa menjadi solusi nyata bagaimana mahasiswa mampu berdampak sejak masa kuliah. Selain bagi masyarakat, keterlibatan kami di program ini juga menjadi tempat untuk menggali potensi, mengaplikasikan ilmu yang diperoleh selama kuliah, melatih soft skills, dan tentunya menjadi proses untuk kami melatih empati, kepedulian, dan hati yang mau melayani untuk membagikan sukacita bagi masyarakat sekitar,” ungkap Dinda.

Program dana hibah PPK Ormawa dibentuk pemerintah untuk mengoptimalkan fungsi organisasi yang berada di bawah naungan universitas agar dapat memberikan dampak yang signifikan di lingkungan masyarakat sekaligus untuk mengasah dan membentuk setiap mahasiswa yang terlibat. UPH memberikan dukungan penuh dengan terealisasinya inisiatif dan ide dari mahasiswa lintas fakultas yang saling melengkapi dalam menjalankan program dana hibah PPK Ormawa.

“Kami melibatkan Fakultas Ilmu Pendidikan, Fakultas Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, serta Fakultas Bisnis yang saling memberikan kontribusi ide dalam menciptakan rencana dari proposal hibah PPK Ormawa yang kami ajukan. Penggunaan dana juga menjadi faktor penting yang diperhatikan agar mahasiswa dapat menggunakannya secara efektif dan efisien sesuai kebutuhan dari mitra,” tutur Wiputra Cendana, B.Sc., M.Pd., Dosen Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar UPH selaku dosen pembimbing program ini.

Selaras dengan sasaran pelayanan dari SLC UPH, Wiputra berharap program ini dapat menjadi pemantik agar mahasiswa mampu mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang mereka pelajari di UPH baik di tataran pemikiran (head), keterampilan (hand), dan ketulusan sepenuh hati (heart) dalam melayani Desa Cikande.

 BACA JUGA:Simpan Sabu di Rak Piring, Pengedar Narkoba Diciduk

Saat ini, program SLC UPH di Desa Cikande telah menghadirkan fasilitas-fasilitas yang akan ada di pojok baca; seperti buku-buku, alat peraga, mainan edukasi, lemari buku, dan beberapa hal lainnya, serta mempersiapkan tenaga-tenaga pengajar dari tim mahasiswa untuk mendampingi anak-anak di sana.

Melalui realisasi kegiatan PPK Ormawa, UPH membuktikan bahwa pendidikan yang diberikan kepada mahasiswa tidak terbatas pada kegiatan di ranah akademis saja. UPH juga membentuk mahasiswa agar menjadi pribadi yang mau melayani sesama. Melalui beragam kegiatan, mahasiswa didorong untuk terus mengasah potensi menjadi pribadi yang siap berdampak dan mampu meraih prestasi terbaik bersama UPH.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini