Share

6 Tips Lancar Menyelesaikan Skripsi dengan Critical Thinking

Tim Okezone, Okezone · Senin 04 Juli 2022 15:34 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 04 65 2623315 6-tips-lancar-menyelesaikan-skripsi-dengan-critical-thinking-mtKP94ZzGr.jpg 6 tips lancar menyelesaikan skripsi dengan critical thinking/Ilustrasi/Unsplash

JAKARTA - Bagi mahasiswa, menyelesaikan skripsi bisa jadi tantangan terberat selama masa kuliah. Ada saja hambatan yang harus dilalui agar bisa menyelesaikan skripsi.

Mulai dari bingung menentukan topik, kesulitan mencari sumber, dosen yang sulit ditemui, penelitian yang tidak berjalan lancar hingga writing block.

Bahkan, saat proses penelitian skripsi sudah mulai berjalan, terkadang kamu juga bisa kehilangan arah mengenai informasi dan data apa saja yang perlu kamu cari.

Agar kamu dapat melalui setiap rintangan dalam menyelesaikan skripsi dengan baik, kemampuan berpikir kritis (critical thinking) akan menjadi salah satu skill yang dapat membantumu.

Apa itu critical thinking dan kemampuan apa saja yang perlu kamu kembangkan untuk dapat berpikir secara kritis? Simak artikel berikut ya!

Apa itu critical thinking?

Critical thinking adalah kemampuanmu untuk mempertanyakan, menganalisis, menginterpretasikan, mengevaluasi hingga akhirnya membuat kesimpulan dari informasi dan data yang kamu ketahui.

Dengan memiliki kemampuan berpikir kritis, kamu dapat merencanakan proses pembuatan skripsimu dengan lebing matang. Ketika kamu dihadapkan oleh beberapa hambatan, kamu dapat berpikir logis dan membuat pertimbangan mengenai apa yang sebaiknya kamu lakukan dengan lebih baik.

Keuntungan lainnya dari memiliki skill critical thinking adalah kamu jadi lebih mampu dalam menyampaikan hasil-hasil penelitianmu agar mudah dipahami. Keingintahuanmu juga membuat kamu selalu tertarik memperdalam informasi yang telah kamu miliki dan memastikan bahwa itu valid.

Selain berguna selama proses menyelesaikan skripsi, critical thinking juga akan berguna dalam kehidupanmu sehari-hari bahkan membuatmu lebih sukses di dunia kerja.

Kemampuan yang perlu dikembangkan dalam critical thinking

Critical thinking adalah kemampuanmu untuk mempertanyakan, menganalisis, menginterpretasikan, mengevaluasi hingga akhirnya membuat kesimpulan dari informasi dan data yang kamu ketahui.

Dengan memiliki kemampuan berpikir kritis, kamu dapat merencanakan proses pembuatan skripsimu dengan lebing matang.

Ketika kamu dihadapkan oleh beberapa hambatan, kamu dapat berpikir logis dan membuat pertimbangan mengenai apa yang sebaiknya kamu lakukan dengan lebih baik.

Keuntungan lainnya dari memiliki skill critical thinking adalah kamu jadi lebih mampu dalam menyampaikan hasil-hasil penelitianmu agar mudah dipahami.

Keingintahuanmu juga membuat kamu selalu tertarik memperdalam informasi yang telah kamu miliki dan memastikan bahwa itu valid.

Selain berguna selama proses menyelesaikan skripsi, critical thinking juga akan berguna dalam kehidupanmu sehari-hari bahkan membuatmu lebih sukses di dunia kerja.

Kemampuan yang perlu dikembangkan dalam critical thinking

Ada 6 aspek dalam critical thinking yang perlu kamu kuasai, yaitu

1. Identification

Kamu perlu memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi situasi, masalah, serta faktor-faktor yang dapat memengaruhinya, agar kamu dapat menemukan solusi yang tepat.

Hal ini bisa kamu lakukan sejak akan memilih topik penelitianmu dalam skripsi.

Ada situasi atau masalah apa disekitarmu yang dapat kamu teliti untuk menemukan pemecahan masalahnya.

Kamu bisa meningkatkan kemampuan identifikasi dalam berpikir kritis dengan tidak malu dan takut bertanya.

Contohnya adalah dengan pertanyaan-pertanyaan berikut:

- Mengapa situasi ini bisa terjadi?

- Siapa/apa yang menjadi penyebabnya?

- Bagaimana mereka dapat berubah?

2. Research

Dalam melakukan penelitian, kamu tidak dapat hanya menggunakan satu sumber saja.

Kamu perlu melihat, membaca dan mendengar dari berbagai sumber agar kamu dapat lebih paham kondisi dan situasinya.

Kamu perlu melakukan verifikasi dengan mencari sumber informasi yang kredibel. Memiliki rasa keingintahuan yang tinggi akan sangat membantu dalam tahap ini.

Biasanya setiap universitas memiliki akses ke berbagai sumber akademis yang valid secara gratis.

3. Identifying biases

Kemampuan ini merupakan salah satu kemampuan yang cukup sulit. Ada banyak hal yang dapat membuatmu bias / terjebak prasangka dan pemikiran tertentu yang belum tentu merupakan fakta.

Dalam penelitian, kamu perlu memiliki kemampuan untuk dapat melihat dari berbagai sudut pandang mengenai masalah yang sedang kamu teliti.

Bias tentu akan ada dalam penelitian, namun hal tersebut dapat dicegah dengan menanyakan beberapa contoh pertanyaan berikut pada dirimu sendiri:

- Apakah aku mengabaikan/menolak informasi dan sumber yang bertentangan dengan hasil yang aku harapkan dalam penelitian?

- Apakah kalimat-kalimat dalam skripsi yang aku tulis menjelaskan beberapa hal yang tidak perlu untuk menggiring presepsi pembaca?

4. Inference

Kemampuan menarik kesimpulan tentu sangat dibutuhkan dalam menyelesaikan skripsi.

Kamu perlu menyimpulkan dari berbagai data dan informasi yang telah kamu teliti sehingga kamu dapat menilai situasi yang tengah kamu teliti dan memikirkan solusi yang tepat untuk dilakukan.

Dalam proses ini kamu dapat menggabungkan hasil identifikasimu saat akan memulai skripsi serta hasil penelitian yang telah kamu lakukan dengan tetap mencegah bias terjadi.

5. Determining relevance

 

Dalam tahap mencari relevansi dalam penelitianmu. Kamu perlu paham apa tujuan dari penelitianmu.

Apakah skripsimu bertujuan mencari tau penyebab dari suatu kondisi atau mencari solusinya.

Dengan memahami apa tujuan dari penelitianmu, kamu dapat lebih mudah dalam mencari dan menentukan sumber yang akan digunakan.

Hal ini biasanya sudah ditentukan di awal skripsimu saat menentukan judul dan membuat kerangka.

Kamu dapat mendiskusikannya dengan dosen pembimbingmu mengenai hal ini.

6. Curiosity

Rasa penasaran dan ingin tahu yang terus berkembang selama proses penelitian akan membuatmu mendapatkan berbagai data dan informasi yang sesuai serta hasil penelitian yang lebih baik.

Kamu dapat memulainya dengan menggunakan kalimat tanya mengapa atau bagaimana dalam setiap data yang kamu dapatkan.

Kamu juga bisa mengajukan tipe pertanyaan terbuka pada narasumbermu agar mendapatkan informasi yang lebih lengkap.

Meskipun terlihat sulit dan membutuhkan proses panjang, jika kamu sudah terbiasa untuk menerapkannya, kamu akan mendapatkan banyak keuntungan lho.

Tidak hanya untuk akademis dan profesional, crtitical thinking juga berguna dalam kehidupan sehari-harimu.

Kamu bisa tonton video ini untuk tahu tentang keuntungan critical thinking lainnya.

Jika selama proses mengerjakan skripsi kamu sering mengalami kesulitan hingga merasa stres, kamu boleh banget istirahat dulu dan ngobrol bareng mentor-mentor di satupersen agar kamu dapat mengurangi tingkat stres dan bahkan mengembangkan kemampuan critical thinkingmu. Kamu bisa langsung konsul di sini.

Semoga setelah membaca artikel ini proses pengerjaan skripsimu makin lancar dan bisa selesai tepat waktu. Good luck!

1
4

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini