Share

Mengenal Self-Efficacy Agar Dapat Menjadi Mahasiswa Berprestasi

Tim Okezone, Okezone · Senin 20 Juni 2022 12:26 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 20 65 2614648 mengenal-self-efficacy-agar-dapat-menjadi-mahasiswa-berprestasi-yzYmfXkUyo.jpg Ilustrasi/Pixabay

JAKARTA - Melihat teman-teman kuliah menjadi mahasiswa berprestasi, dapat IPK bagus setiap semester, aktif organisasi, punya penelitian yang sudah terpublikasi, menang lomba mewakili kampus atau sudah memiliki pengalaman bekerja sebelum lulus merupakan beberapa hal yang mungkin bisa membuatmu minder.

Bisa jadi kamu merasa keadaan tidak adil karena mereka dapat menjadi mahasiswa berprestasi sementara kamu tidak.

Tapi sebenarnya itu terjadi kalau kamu tidak memiliki self-efficacy yang baik.

Kalau kamu memiliki self-efficacy yang baik sih kemungkinan kamu malah akan merasa tertantang untuk dapat menjadi mahasiswa berprestasi juga.

Nah untuk dapat memiliki mindset seperti mahasiswa berprestasi juga, kamu perlu mengenal dulu apa itu self-efficacy dan faktor apa saja yang dapat memengaruhinya.

Baca artikel ini sampai selesai ya! Kamu dapat mengukur tingkat self-efficacymu di sini.

Apa Itu Self-Efficacy?

Self-Efficacy adalah sebuah konsep yang diperkenalkan oleh Albert Bandura pada tahun 1977.

Bandura menjelaskan bahwa self-efficacy adalah kepercayaan yang kita miliki atas kemampuan diri sendiri untuk berhasil.

Saat kepercayaan itu dapat memengaruhi pikiran, perasaan dan perilaku seseorang.

Contohnya ketika akan menghadapi ujian, jika kamu memiliki self-efficacy yang tinggi kamu akan merasa bahwa kamu akan berhasil sehingga kamu akan berusaha untuk belajar dan menganggap hal ini adalah bagian dari prosesmu berkembang.

Sementara ketika self-efficacymu rendah, kamu akan merasa bahwa sekeras apapun kamu belajar, kamu akan tetap gagal dalam ujian sehingga kamu memilih untuk tidak belajar dan menganggap bahwa kamu akan terus gagal dalam hal apapun sepanjang hidup.

Dengan memiliki self-efficacy yang baik, kita dapat menentukan arah dan tujuan yang ingin kita capai, bagaimana cara mendapatkannya hingga bagaimana kita memandang keadaan disekitar kita.

Seperti, apa yang akan kamu lakukan setelah lulus? Bagaimana cara agar kamu dapat mencapai posisi itu? Hingga apakah kamu akan terus berusaha atau menyalahkan keadaan ketika menghadapi kegagalan?

Self-efficacy juga yang berperan penting untuk menentukan tingkat percaya dirimu.

Selain itu dengan memiliki self-efficacy yang baik, kamu jadi lebih mudah mendalami tugas atau materi kuliah hingga lebih mudah bangkit ketika gagal.

Faktor Pembentuk Self-Efficacy

Pembentukan self-efficacy sebenarnya sudah sudah dimulai sejak kecil, namun akan terus berkembang sepanjang hidup sesuai dengan pengalaman, pemahaman dan situasi yang kamu lalui.

Ada 4 faktor yang dapat membentuk self-efficacymu, yaitu:

1. Memiliki Banyak Pengalaman

Sebagai mahasiswa, kamu punya banyak kesempatan untuk memperbanyak pengalamanmu.

Mulai dari aktif organisasi, ikut berbagai penelitian, hingga mencoba berbagai jenis pekerjaan paruh waktu.

Jangan sia-siakan kesempatan itu ya, karena menurut Bandura memiliki banyak pengalaman merupakan cara yang efektif untuk kamu dapat mengembangkan self-efficacy yang baik.

Kamu akan banyak belajar ketika sedang mencoba pengalaman baru.

Mungkin tidak selalu berhasil, tapi di situlah kamu dapat belajar dan mengenal kemampuan dirimu lebih baik lagi. Ingat tidak ada proses yang instan ya.

2. Belajar dari Orang Lain

Ketika kamu melihat kesuksesan temanmu, ada baiknya kamu mencoba menanamkan mindset bahwa โ€œmereka aja bisa, aku juga bisa dong!โ€.

Kamu boleh mengamati atau bertanya langsung pada mereka mengenai bagaimana mereka melakukannya atau bagaimana proses mereka bisa sampai pada titik kesuksesan mereka saat ini.

Mungkin kalian jadi saling sharing pengalaman dan kamu jadi dapat pelajaran, tips atau insight baru.

3. Motivasi Dari Orang Lain

Menemukan lingkungan sosial yang tepat juga merupakan faktor untuk meningkatkan self-efficacy.

Memiliki keluarga, teman dan pasangan yang suportif tentu akan membantumu berkembang.

Mereka akan mendukungmu dan menasihatimu tanpa membuatmu merasa dijatuhkan.

Dengan adanya dukungan, motivasi dan kepercayaan dari mereka bahwa kamu bisa, dapat membuatmu semakin percaya akan kemampuanmu sendiri.

Selain lingkungan sosial terdekat, kamu juga bisa mencari dosen yang kamu percaya untuk jadi mentor yang dapat membimbingmu.

4. Kondisi Fisik dan Mental

Self-efficacymu dapat menurun ketika sedang stres, burnout, kurang tidur atau sakit.

Makanya, perlu banget untuk menjaga kesehatan fisik dan juga mental.

Kamu perlu tidur cukup, makan teratur, rutin berolahraga hingga rutin melakukan konseling.

Kamu bisa konseling dengan psikolog yang ada di kampusmu atau dengan mentor di satu persen.

Kalau kamu mau coba untuk melakukan mentoring, kamu bisa langsung menghubungi mentor disini.

Setelah kamu memahami apa itu self-efficacy dan faktor apa saja yang mempengaruhinya, kamu bisa tonton video ini untuk tahu tips agar selalu siap menghadapi masalah.

Ada banyak jalan untuk dapat menjadi mahasiswa berprestasi.

Namun pastikan kamu memiliki self-efficacy yang baik ya. Karena hal ini sebenarnya tidak hanya akan berguna ketika kamu kuliah, tapi akan berguna dalam segala aspek kehidupanmu.

Self-efficacy yang baik juga akan membantumu lebih mampu berpikir positif tentang diri dan lingkungan sekitarmu.

Semoga dengan artikel ini kamu jadi lebih paham bahwa sebenarnya kamu mampu melakukan apa yang ingin kamu lakukan.

1
4

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini