Share

Mahasiswa Perlu Tahu, Ini 6 Pertimbangan Sebelum Ikut Pertukaran Pelajar

Neneng Zubaidah, MNC Portal · Rabu 10 November 2021 08:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 09 65 2499255 mahasiswa-perlu-tahu-ini-6-pertimbangan-sebelum-ikut-pertukaran-pelajar-92Rsc86Xvb.jpg Ilustrasi. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pertukaran pelajar terutama yang dilakukan dengan perguruan tinggi luar negeri akan memberi banyak manfaat bagi mahasiswa. Selain meningkatkan kemampuan bahasa Inggris, networking juga karier. Namun sebelum mengikuti program tersebut ada baiknya mahasiswa mempertimbangkan enam yang perlu diketahui ini

Penerima beasiswa Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA) di Twente University Dewi Nabilah Anwar menuturkan, akan sangat disayangkan apabila mahasiswa tidak memperhitungkan peluang dalam mendapat beasiswa, khususnya beasiswa pertukaran pelajar.

BACA JUGA: Mulai Amerika Sampai Eropa, UGM Kirim 96 Mahasiswa Studi Keluar Negeri dengan IISMA

Mahasiswa akan mendapatkan beberapa keuntungan apabila mengikuti program pertukaran pelajar. Menurutnya, dengan mengikuti pertukaran pelajar, mahasiswa dapat meningkatkan kemampuan berbahasa baik bahasa Inggris atau bahasa negara tujuan.

Program pertukaran pelajar memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengenal perbedaan cara belajar di Indonesia dengan negara luar.

BACA JUGA: 49 Mahasiswa Delegasi Pertama IISMA Berangkat ke Irlandia

“Kita juga dapat menambah relasi, mempelajari kultur baru, melihat dunia secara nyata di luar negara sendiri dan yang terakhir mencari tahu kesempatan karier,” katanya pada Scholarship Webinar yang diadakan BEM Unair melansir laman resminya, Selasa (9/11/2021).

Dewi, sapaan akrabnya, menyebutkan setidaknya ada enam pertimbangan yang harus dilakukan sebelum mahasiswa memutuskan untuk melakukan pertukaran pelajar.

Pertama adalah ketersediaan kelas dan kursus, karena terkadang ketersediaan kelas belum tentu sama dengan mata kuliah di jurusan saat berkuliah.

Pertimbangan selanjutnya adalah pertimbangan keuangan dan jenis beasiswa yang akan diambil.

“Komunikasikan kepada orang tua apakah bersedia menanggung kebutuhan tersebut selama pertukaran pelajar. Lalu, yang tidak kalah penting kita juga memerlukan restu keluarga besar,” ucapnya.

Pertimbangan ketiga adalah pertimbangan kondisi cuaca dan keadaan negara yang akan dituju. Hal tersebut berkaitan dengan kemampuan beradaptasi mahasiswa di lingkungan baru.

“Keamanan negara tujuan dan adanya undang-undang yang mengatur tentang keamanan serta kesetaraan bagi pendatang juga harus dipertimbangkan dengan matang,” tuturnya.

Mahasiswa juga perlu mencari tahu bahasa negara yang dituju, apakah menggunakan bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari atau tidak. Keadaan politik dan lingkungan sosial negara tujuan terkait ideologinya juga penting dipertimbangkan, apakah bisa menerima mahasiswa yang berasal dari Indonesia.

“Terakhir, yang paling penting adalah ketersediaan alumni di negara tujuan. Alumni dapat menjadi hal penting untuk survive selama di luar negeri. Alumni dapat menjadi tempat menggali informasi,” ungkapnya.

Dewi menjelaskan ada beberapa persiapan yang perlu dilakukan sebelum mendaftarkan diri di program pertukaran pelajar. Pertama persiapan administrasi seperti biodata, asal kampus, prestasi selama kuliah dan keunggulan personal.

Tahapan kedua adalah tahap interview. Mahasiswa perlu menyiapkan beberapa jawaban mengenai personal diri, tujuan dan motivasi yang jelas dan kuat untuk mengikuti program pertukaran pelajar.

“Dan yang terpenting adalah percaya diri dan merasa yakin atas jawaban yang diberikan,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini