Mahasiswa Lulusan Program Vokasi Akan Magang Kerja di Hungaria

Tim Okezone, Okezone · Rabu 27 Oktober 2021 00:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 27 65 2492251 mahasiswa-lulusan-program-vokasi-akan-magang-kerja-di-hungaria-09qohl4N9S.jpg Mahasiswa lulusan vokasi magang kerja di Hungaria (foto: Illustrasi Okezone)

JAKARTA - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) bekerjasama dengan Persatuan Insinyur Indonesia (PPI) membantu 50 orang yang terdiri dari mahasiswa dan lulusan program vokasi asal Indonesia untuk magang kerja di Hungaria, tepatnya di Gemtech dan Bio-Fungi.

Dirjen Pendidikan Vokasi, Kemendikbud, Wikan Sakarinto mengatakan, kepada para peserta, bahwa mereka sebelum bekerja akan menerima pelatihan dari perusahaan masing-masing. Namun yang tidak kalah pentingnya untuk dipelajari adalah keterampilan non-teknis atau soft skill, yang bisa dipelajari di Hungaria yang masuk dalam negara Uni-Eropa itu.

"Kalian harus punya visi mengapa takdir kalian, nasib kalian berangkat ke Hungaria. Karena kalian punya visi, punya cita-cita besar. Vokasi filosofinya sekarang tidak lagi menciptakan tukang, tapi menciptakan calon pemimpin baru, entrepreneur yang bisa nukang," ujar Wikan dalam keterangannya, Selasa (26/10/2021).

Baca juga:  Sri Mulyani Buka Lowongan Magang Tanpa Dibayar, Cek Syaratnya


Sementara itu, Ketua Umum PII, Heru Dewanto mengatakan, terwujud karena pertumbuhan industri di Hungaria yang pesat, namun mereka memiliki krisis pekerja. Di sisi lain, Indonesia memiliki sumberdaya yang bisa menjawab permasalahan di Hungaria.

"Tenaga vokasi di sana mulai berkurang, sehingga mereka membuka peluang dari luar negara-negara Uni Eropa. Di Indonesia, kita punya pendidikan vokasi yang sedang digalakkan oleh pemerintah, maka ketemu permintaan dan pasokan, sehingga menciptakan suatu kerjasama yang dimungkinkan, di mana biayanya ditanggung perusahaan di sana," ujar Heru.

Baca juga: Yuk! Program Magang di Ditjen Diktiristek Dibuka Lagi

Kata dia, para peserta akan menerima gaji dari tempat mereka bekerja, biaya keberangkatan para peserta juga akan ditanggung oleh perusahaan. Bagi yang masih berstatus mahasiswa, ia menyebut program tersebut akan dinilai secara akademik dari kampus masing-masing.

Lebih lanjut, Heru menjelaskan, saat ini PII tengah mendekati 10 perusahaan lain di Hungaria yang bergerak di bidang manufaktur, agar tercipta kerjasama yang serupa. Ia pun meyakini sebanyak sekitar dua ratus orang dari Indonesia bisa diberangkatkan.

Di hadapan para peserta program, Heru Dewanto mengatakan program magang bisa tidak berlanjut, jika para peserta yang diberangkatkan, ternyata mengecewakan perusahaan. Ia menegaskan, jika hal tersebut terjadi, maka perusahaan-perusahaan di Hungaria tidak akan lagi mau menerima pekerja dari Indonesia.

"Program ini akan bergulir sepanjang performa teman-teman semua memenuhi harapan Industri di sana, gunakan waktu di sana semaksimal mungkin, pasang mata, pelajari apapun di sana, dan bawa pulang ke Indonesia," ujarnya.

"Ini adalah kesempatan yang luar biasa buat kalian untuk mengenal dunia internasional, standar internasional, berbeda dengan standar industri di Indonesia. Tujuannya adalah agar pendidikan vokasi di Indonesia meningkat peminatnya, volumenya makin banyak, sehingga misi pemerintah menjadi realita," tuturnya.

Sementara itu, Duta Besar Hungaria untuk Indonesia, Lilla Karsay mengatakan, bahwa kerjasama antara Hungaria dan Indonesia, tidak hanya akan menguntungkan pihak Hungaria karena Indonesia bisa menjawab permasalahan krisis pekerja, ia memastikan kerjasama tersebut juga akan menguntungkan pihak Indonesia. Para peserta menurutnya bisa belajar banyak di Hungaria.

"Saya tahu masyarakat Hungaria akan menerima dengan baik para peserta dari Indonesia. Saya sendiri punya pengalaman yang baik dengan orang-orang Indonesia. Ini adalah tantangan besar untuk para peserta, saya yakin para peserta bisa belajar banyak dari perusahaan-perusahaan di Hungaria," ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini