Wajib Tahu! Sebelum Kuliah di Luar Negeri Perhatikan Hal Ini

Neneng Zubaidah, MNC Portal · Jum'at 22 Oktober 2021 09:07 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 21 65 2489802 wajib-tahu-sebelum-kuliah-di-luar-negeri-perhatikan-hal-ini-gBgZBCs8sb.jpg ilustrasi: shutterstock

JAKARTA-Kuliah di luar negeri perlu perencanaan matang. Pasalnya, kita harus mempersiapkan segala kebutuhannya selama hidup di negeri orang.

(Baca juga: Punya Karier Mentereng di Silicon Valley, Wanita Cantik Ini Pilih Kerja di Indonesia)

Topik belajar di luar negeri telah mendapat perhatian yang signifikan dalam beberapa bulan terakhir. Akhir pekan lalu, lebih dari 200 pelajar Indonesia yang antusias berpartisipasi aktif dalam lokakarya sebuah startup teknologi pendidikan.

Apa saja hal penting yang perlu diingat ketika ingin kuliah di luar negeri. Berikut ini 3 diantaranya yang dibedah dalam workshop yang dituangkan melalui siaran pers, Kamis (21/10/2021).

1. Beda beasiswa, beda karakter kandidat

Setiap beasiswa berbeda, dan setiap penyedia memiliki persyaratan yang berbeda saat memilih kandidat yang sesuai dengan standar mereka. Seperti contohnya LPDP yang cenderung memilih kandidat dengan jiwa nasionalisme yang tinggi dan memiliki kontribusi nyata terhadap lingkungan.

(Baca juga: Ingin Dapat Tunjangan dan Kuliah Gratis di Inggris? Simak Syaratnya)

Adapun Chevening lebih fokus kepada figur seorang profesional, dan untuk jalur beasiswa yang diusung Fulbright adalah sosok dengan karakter pemimpin yang memiliki rencana jangka panjang.

CEO & founder TransforMe Retno Lestari mengatakan, “Beasiswa itu disesuaikan melalui karakter, kemampuan dan bakat masing-masing. Gagal pada satu beasiswa, belum tentu gagal di beasiswa lain karena setiap beasiswa punya karakter berbeda-beda. Tipsnya adalah harus mengetahui benar kemampuan diri serta visi di masa yang akan datang,” katanya.

2. Koneksi internasional demi masa depan gemilang

Menurut survei yang dilakukan oleh Wise, motivasi terbesar untuk belajar di luar negeri adalah membangun jaringan dan hubungan yang kuat (74%), mendapatkan pengalaman hidup baru (73%), dan untuk meningkatkan prospek pekerjaan di masa depan (61%).

Nadhira Afifa dalam paparannya memberikan beberapa tips bagaimana mahasiswa dapat membangun jaringan dan koneksi saat berada di luar negeri. Salah satu tips untuk membangun koneksi adalah dengan berpartisipasi dalam acara.

Misalnya, Nadhira aktif menghadiri konferensi dan mencari peluang magang. Biasanya, konferensi ini dihadiri oleh orang-orang terkemuka dan berpartisipasi dalam acara ini memberi kesempatan yang baik untuk berinteraksi dengan mereka.

3. Butuh layanan transfer uang : murah, cepat dan transparan

Dalam presentasi dari Elian Ciptono Country Manager Indonesia, Wise, ia menunjukkan, transfer uang ke luar negeri yang mahal, lambat dan tidak transparan secara signifikan berdampak pada keuangan dan kesejahteraan siswa Indonesia saat berada di luar negeri.

Setelah mengalami kekesalan yang sama dengan transfer uang ke luar negeri ketika dia menjadi mahasiswa internasional, Elian menjelaskan beberapa temuan dari survei yang menemukan bahwa 58% orang Indonesia yang belajar di luar negeri merasa bahwa biaya transfer ke luar negeri yang tinggi berdampak pada anggaran hidup mereka.

“Temuan survei kami menunjukkan 75% pelajar Indonesia masih minati kuliah di luar negeri di masa pandemi, dibalik itu ada kebutuhan yang besar bagi pelajar untuk melakukan transfer ke luar negeri yang lebih murah, lebih cepat dan lebih transparan untuk mempermudah hidup pelajar Indonesia di luar negeri,” ujarnya.

Elian menambahkan, agar ketika memilih layanan transfer uang luar negeri, perhatikan detail biaya, khususnya apabila ada biaya tersembunyi, dan cari layanan yang mengonversi uang dengan harga pasar menengah yang wajar — seperti harga yang kita lihat pada Google atau Reuters.

Nadhira Afifa, dalam pemaparannya pun mengatakan, ia membutuhkan 3 hal itu (murah, cepat, dan transparan) ketika di Harvard. Apalagi biaya hidup di negeri Paman Sam itu tergolong tinggi.

“Pilih platform yang baik untuk transfer uang antar negara. Setelah trial dan error membandingkan lamanya waktu dan charge fee yang biasanya cukup besar dari layanan lain, saya memilih Wise. Biasanya kurang lebih hanya 30 menit uangnya langsung sampai di tujuan, dan charge fee nya rendah jadi untung untuk transfer uang,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini