Ketika Pelajar di Canberra Belajar Tari, Angklung dan Gamelan

Tim Okezone, Okezone · Rabu 13 Oktober 2021 19:58 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 13 624 2485880 ketika-pelajar-di-canberra-belajar-tari-angklung-dan-gamelan-BSzyzMWn2J.jpg Angklung (Foto: Dok Sindonews)

Pelatihan menari dan bermain gamelan Bali dalam workshop ini dibimbing langsung oleh I Gede Eka Riadi yang merupakan seniman Indonesia asal Bali. Sementara untuk pelatihan Angklung para peserta dibimbing langsung oleh Rubby Al Burhan, seniman asal Jawa Barat.

Keduanya merupakan staf KBRI Canberra yang memiliki kompetensi di bidangnya masing-masing. Tentu tidak mudah melakukan pelatihan musik dan tari secara daring, terlebih lagi untuk angklung yang harus dimainkan secara bersama-sama.

Gede mengatakan sebenarnya pelatihan secara daring tidak terlalu mudah, karena perbedaan jaringan internet dari masing-masing akan menyebabkan bunyi yang beragam. “Gamelan harus dimainkan secara bersama-sama di tempat yang sama, sehingga dengan pelatihan secara daring maka menyelaraskan bunyi antar peserta menjadi tidak mudah mengingat masing-masing peserta berada di tempat yang berbeda”, jelas Gede.

Senada dengan Gede, instruktur Angklung KBRI, Rubby menyatakan bahwa pelatihan angklung secara daring memberikan tantangan tersendiri. “Sebagaimana kita tahu bahwa angklung haruslah dimainkan berkelompok secara bersama, pelatihan Angklung secara daring mensyaratkan jaringan yang stabil agar bisa menghasilkan bunyi asli yang jelas. Karena jika bunyi asli dari masing-masing angklung tidak jelas, maka akan sulit untuk menyeleraskan bunyinya”, terang Rubby.

Namun begitu, menurut Rubby pelatihan angklung daring ini sangat menarik meski secara teknis sedikit rumit karena panitia harus mengirimkan dulu angklungnya ke masing-masing peserta dan memastikan jaringan yang digunakan berkualitas baik.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini