Program Dokter Mengabdi Unibraw di Hutan Pelawan Ciptakan Inovasi Teh Celup

Rachmat Kurniawan, iNews · Rabu 06 Oktober 2021 19:07 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 06 65 2482297 program-dokter-mengabdi-unibraw-di-hutan-pelawan-ciptakan-inovasi-teh-celup-GFEk6REKX0.jpg Program dokter unibraw ciptakan inovasi teh celup/enablekids

BANGKA TENGAH- Bupati Kabupaten Bangka Tengah, Algafry Rahman meninjau pelaksanaan Dokter Mengabdi LPPM Universitas Brawijaya di Hutan Pelawan Desa Namang. Dalam kesempatan itu,  Algafry pun mengapresiasi inovasi yang dilakukan para doktor dalam mengolah teh celup Pelawan.

(Baca juga: Universitas Brawijaya Terbakar, Kerugian Capai Miliaran Rupiah)

"Kita sangat mendukung kegiatan ini dan terimakasih kepada pihak Universitas Brawijaya dan UBB yang sudah mau datang ke Bangka Tengah untuk memberikan bimbingan, arahan petunjuk dan gagasan di Hutan Pelawan, Desa Namang ini," ujar Algafry Rabu (6/10/2021).

Menurutnya, diversifikasi produk hasil LPPM Universitas Brawijaya ini merupakan sebuah kemajuan yang dapat membantu perekonomian masyarakat Bangka Tengah.

(Baca juga: Dua Mahasiswi Cantik Ini Berbagi Tips Jitu Masuk UI)

"Ini merupakan sebuah kemajuan, karena sebelumnya kita tidak mendapatkan penyegaran untuk produk-produk ini dan sekarang dilakukan diversifikasi, sehingga ada perluasan, yang tadinya hanya kulat dan madu, sekarang berkembang menjadi produk teh celup," tandasnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Dokter Mengabdi LPPM Universitas Brawijaya Okto Oktavianti menambahkan, kegiatan Dosen Mengabdi Universitas Brawijaya ini bertujuan untuk mengembangkan hutan wisata di daerah-daerah.

"Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk pengembangan hutan wisata dan menghasilkan produk dari hutan wisata ini, harapannya dengan varian produk ini apalagi pada kondisi pandemi Covid-19 yang menyebabkan banyak wisata menjadi mati, hutan wisata ini dapat kembali hidup dan masyarakat menjadi punya penghasilan dari produk yang dihasilkan," ujar Okta.

"Kita juga sudah sempat melakukan pemetaan, di mana hutan adat di sekitar sini masih kita lindungi menjadi hutan adat, namun untuk produk yang kita hasilkan juga tidak mengganggu, karena daun yang kita ambil daun kering dan kulit yang sudah mengelupas," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini