Ini yang Menjadi Daya Tarik Kuliah di Luar Negeri

Tim Okezone, Okezone · Sabtu 25 September 2021 20:54 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 25 65 2476833 ini-yang-menjadi-daya-tarik-kuliah-di-luar-negeri-hxEJi8H1u7.jpg Mahasiswa kuliah di luar negeri (foto: ist)

MARAKNYA mahasiswa Indonesia yang memilih belajar ke luar negeri melalui jalur beasiswa didorong oleh sejumlah faktor. Dosen UNJ (Universitas Negeri Jakarta), Muhammad Yusro menilik ada beberapa poin yang menjadi faktor pendorong.

Faktor pertama adalah beragamnya jurusan yang ditawarkan. Yusro mengemukakan bahwa bidang keilmuwan di kampus-kampus luar negeri memiliki lebih banyak variasi yang seringkali tidak ada di dalam negeri.

“Bukan berarti di dalam negeri tidak ada ya. Akan tetapi, mungkin jenisnya lebih beragam di luar negeri,” kata dia kepada MPI.

Baca juga:  Perhatikan Sederet Hal Penting Ini Jika Ingin Studi Ke Luar Negeri

Beasiswa

Dari segi sarana dan prasarana, Yusro mengakui jika kampus di luar negeri memang lebih unggul. Ia mencontohkan universitas di Prancis yang memang lebih unggul dalam menyediakan sarana praktek.

“Contohnya saya sebagai orang teknik. Mengapa memilih untuk kuliah ke luar negeri, yakni Prancis? Karena memang peralatan laboratorium dan penunjang praktikum di sana lebih komplet,” katanya.

 Baca juga: Mau Beasiswa Program Sarjana di Hokkaido University? Ini Info Lengkapnya

Terlebih, proses administrasinya tidak rumit. Jika ada mahasiswa yang ingin menggunakan laboratorium dan alat-alatnya, bisa dengan fleksibel mengaksesnya.

“Bisa sangat mudah karena mahasiswanya bertanggungjawab. Habis selesai digunakan, pasti dirapikan kembali. Alat-alat praktikum juga dijaga dengan sangat baik. Jadi, kepercayaan yang diberikan pihak kampus kepada mahasiswa sangat tinggi,” lanjutnya.

Yusro juga menyoroti masalah layanan fasilitas. Ia bercerita bahwa keran-keran yang menjadi referensi belajar, seperti perpustakaan dibuka selebar mungkin. Bahkan, hingga malam hari. Akses internet di setiap sudut kampus yang tersedia unlimited juga menjadi nilai plus tersendiri.

Menurut Yusro, dunia pendidikan Indonesia juga bisa mengadopsi metode pembelajaran di kampus luar negeri yang bisa menciptakan suasana akademik yang sangat nyaman. Ia mencontohkan salah satu hal yang menciptakan kenyamanan tersebut adalah terciptanya hubungan yang positif antara mahasiswa dengan dosen.

Menurutnya, kondisi yang positif tersebut bisa membuat arus diskusi berlangsung deras sehingga, pemahaman mahasiswa semakin tajam dan komprehensif.

“Jadi, dosen tidak hanya melayani pertanyaan mahasiswa saat di dalam kelas saja, namun di luar kelas juga bisa. Hal inilah yang membuat hubungan dosen-mahasiswa layaknya teman. Tidak ada gap,” katanya.

Yusro juga menambahkan bahwa di luar negeri dosen membuka kebebasan berpikir kepada para mahasiswanya. Jadi, setiap mahasiswa bebas mengeluarkan ide-ide yang bahkan out of the box atau nyeleneh untuk didiskusikan.

“Dosen di sana sangat terbuka. Justru, dengan adanya ide-ide aneh itu, ilmu akan berkembang. Inovasi dan kreativitas juga akan muncul,” ujar Yusro. Ajeng Wirachmi/Litbang MPI

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini