Perhatikan Sederet Hal Penting Ini Jika Ingin Studi Ke Luar Negeri

Tim Okezone, Okezone · Sabtu 25 September 2021 19:32 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 25 65 2476813 perhatikan-sederet-hal-penting-ini-jika-ingin-studi-ke-luar-negeri-c84hud4Vxo.jpg Foto: Illustrasi Sindonews

BIAYA yang besar kerap menjadi kendala untuk mewujudkan cita-cita berkuliah. Apalagi, bagi mereka yang ingin berkuliah di kampus-kampus top dunia. Program beasiswa menjadi solusi untuk mewujudkan cita-cita tersebut. Tak heran jika Jalur ini menjadi incaran para calon mahasiswa.

Dosen UNJ (Universitas Negeri Jakarta), Muhammad Yusro menilai minat mahasiswa Indonesia dalam mencari beasiswa studi ke luar negeri cukup tinggi. Pada umumnya, mahasiswa tersebut mengincar beasiswa luar negeri untuk mencari pengalaman.

“Biasanya, tujuan mereka adalah untuk mencari pengalaman dan ilmu pengetahuan yang lebih luas,” kata Yusro kepada MPI.

Baca juga: Mau Beasiswa Program Sarjana di Hokkaido University? Ini Info Lengkapnya

Meski memang, di masa pandemi ini Yusro melihat penurunan peminat beasiswa luar negeri.Hal ini diduga karena adanya sejumlah pembatasan bagi warga asing yang masuk ke suatu negara.

Butuh Persiapan Matang

Perjalanan calon mahasiswa untuk mendapatkan beasiswa tentunya tidak mudah dan butuh proses yang lama. Perlu persiapan selama berbulan-bulan, atau bahkan tahunan agar bisa mendapatkan beasiswa ke negara dan kampus tujuan.

Baca juga: Ridwan Kamil Serahkan Beasiswa Jabar Future Leaders Scholarship untuk 1.235 Mahasiswa

Yusro memiliki sejumlah hal yang harus diperhatikan para pencari beasiswa. Pertama adalah melihat peluang dari sisi penyedia beasiswa atau sumber dana. Untuk pembidik beasiswa undergraduate atau S1, Yusro mengatakan bahwa peluangnya memang tidak banyak.Hal ini dikarenakan tidak begitu banyak instansi yang menyediakan beasiswa di jenjang ini.

“Bukan berarti tidak ada. Hanya saja jarang,” kata dia.

Sebaliknya, keberadaan penyedia beasiswa bagi mahasiswa magister (S2) dan doktoral (S3) dirasa lebih banyak. “Kalau untuk S2 dan S3, cukup banyak. Ada dari pemerintah dalam negeri, industri dan bahkan dari universitasnya langsung. Peluangnya lebih besar di 2 jenjang ini,” ungkap Yusro yang juga alumnus Universitas Clermont Auvergne, Prancis ini.

Hal selanjutnya yang wajib diperhatikan adalah mental. Menurut Yusro. setiap individu yang ingin menimba ilmu di luar negeri harus memiliki mental petualang. Hidup jauh dari keluarga membutuhkan kemandirian yang kuat. “Kan jauh dari keluarga dan harus mandiri juga. Mental itu harus ada dan kuat,” papar dia.

Setelah mental, pemburu beasiswa harus mempersiapkan kemampuan bahasa yang matang. Pada awal pengajuan beasiswa, pihak penyelenggara akan meminta bukti kemampuan bahasa tersebut. Bagi mereka yang ingin menimba ilmu di universitas dengan basis bahasanya adalah bahasa Inggris, maka sertifikat kecakapan bahasa yang dibutuhkan adalah IELTS atau TOEFL. Akan tetapi, bagi mereka yang ingin berkuliah di negara-negara Eropa seperti Prancis, biasanya diminta sertifikat bahasa Prancisnya. “Jadi, memang tergantung kebijakan di setiap universitas,” ujar dia. Terakhir, Yusro menggariswabahi pentingnya mempersiapkan proposal penelitian bagi calon mahasiswa S2 dan S3. Menurut Yusro, proses ini juga menjadi senjata utama seseorang jika ingin menyasar beasiswa ke perguruan tinggi di luar negeri. Ajeng Wirachmi/Litbang MPI

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini