Disambangi Direktur SD Kemendikbudristek, Ibu Nuri Ceritakan Menteri Nadiem Menginap di Rumahnya

Neneng Zubaidah, Koran SI · Kamis 16 September 2021 20:24 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 16 624 2472518 disambangi-direktur-sd-kemendikbudristek-ibu-nuri-ceritakan-menteri-nadiem-menginap-di-rumahnya-gqiFYFQ19m.jpg Foto: Istimewa

JAKARTA - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim menginap di rumah seorang guru SDN Jetisharjo, Sleman, DIY, pada Senin 13 September 2021. Ibu Guru Nuri, sang pemilik rumah pun mengaku tidak menyangka seorang menteri mau menginap di kediamannya.

Keesokan harinya, Nuri juga mendapat kunjungan Direktur Sekolah Dasar Kemendikbudristek, Sri Wahyuningsih. Guru SDN Jetisharjo, Sleman, Yogyakarta ini bercerita kisah di balik kedatangan Menteri Nadiem yang serba mendadak dan penuh rahasia.

Dilansir dari laman Direktorat SD Kemendikbudristek di ditpsd.kemdikbud.go.id, Kamis (16/9/2021), Nuri bersama beberapa rekannya yang tergabung dalam komunitas Gerakan Sekolah Menyenangkan mendiskusikan banyak isu pendidikan dengan Direktur Sekolah Dasar.

Baca juga: Tinjau PTM, Nadiem Sebut Sekolah Bisa Jaga Prokes Diterapkan dengan Ketat

Bahasan mereka mulai dari Program Sekolah Penggerak, Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) hingga soal kemampuan para guru dalam memanfaatkan teknologi informasi untuk pembelajaran.

”Saya sengaja datang ke rumah Bu Nuri untuk berdiskusi, dan menyampaikan terima kasih karena sudah bersedia menerima Mas Menteri Nadiem menginap di sini. Saya beruntung karena ternyata Bu Nuri sedang kumpul bersama teman-teman komunitas guru yang hebat-hebat. Diskusi jadi sangat menarik,” tutur Sri Wahyuningsih.

Baca juga: Kiat dari Mendikbudristek untuk Sukses dan Berprestasi di Usia Muda

Ya, salah satu topik hangat dalam diskusi itu adalah kedatangan Mendikbudristek Nadiem Makarim ke rumah Nuri yang tak disangka-sangka. Ini menjadi kejutan manis untuk Nuri dan suami, serta bapak dan ibunya.

”Saya seperti kena prank,” ujar Nuri mengawali cerita.

Pagi hari sebelum kedatangan Menteri Nadiem, dua orang dari Kemendikbudristek datang melakukan survei ke rumah Nuri. Mereka sama sekali tidak menyampaikan bahwa Mendikbudristek akan datang menginap di rumahnya.

Dua orang ini menyampaikan akan melakukan monitoring dan evaluasi (monev) Program Guru Penggerak. Tapi metodenya berbeda, tidak dengan mengisi instrumen di kertas. Mereka akan menginap di rumah Nuri dan melakukan wawancara secara mendalam.

Baca juga: Mendikbudristek Bakal Sanksi Perguruan Tinggi yang Tak Mengajukan Bantuan UKT

”Tentu saya dan keluarga menyambut baik. Saya berpikir ini monev hebat sekali, orang kementerian sampai menginap di rumah calon guru penggerak,” tutur Nuri.

Ia beserta suami dan ibu bapaknya segera menyiapkan kamar untuk dua orang tamu yang berjanji akan kembali pada sore hari.

Baca juga: Lewat Kampus Merdeka, Nadiem Ingin Sekat di Perguruan Tinggi Dihapus

Selepas Maghrib, sedan hitam datang. Nuri segera menyambut dua orang yang tadi pagi berkunjung itu. Tapi di dalam mobil masih ada satu orang lagi. Dalam hati Nuri mulai timbul rasa heran. Hari yang sudah mulai gelap membuat pandangan tak begitu jelas.

Setelah turun, barulah tampak bahwa yang datang adalah Menteri Nadiem. Ia pun turun membawa koper. ”Lho, mas menteri mau menginap juga,” tanya Nuri.

Perasaannya campur aduk antara gembira, kaget sekaligus bingung. Iya, memang saya yang punya rencana menginap di sini,” jawab Nadiem sambil tertawa.

Nuri mengaku sampai salah tingkah sampai-sampai membiarkan begitu saja Mendikbudristek menyeret sendiri kopernya ke dalam rumah.

”Bapak saya sampai gemetaran. Untungnya Mas Menteri Nadiem orangnya ramah. Setelah kami duduk di ruang tamu, pelan-pelan beliau mengajak kami ngobrol. Akhirnya kami terlibat dalam obrolan seru,” kata Nuri.

Baca juga: Sekolah Ditutup Akibat Covid-19, Guru Terpaksa Mengajar di Jalan

Nuri benar-benar seperti kena prank. Tak ada satu pun orang kementerian yang memberi tahu ia dan keluarga bahwa Menteri Nadiem akan datang dan menginap. Katanya dua orang petugas monev yang akan menginap, ternyata menteri yang datang.

”Ini benar-benar kejutan yang menyenangkan,” kata Nuri.

Baca juga: Seleksi Guru PPPK: Guru Minimal Sudah Divaksin Pertama

Sri Wahyuningsih memberi penjelasan bahwa memang rencana Menteri Nadiem menginap di rumah guru sangat dirahasiakan. Bukan hanya tuan rumah yang tidak tahu, para pejabat yang mendampingi Menteri Nadiem kunjungan kerja ke Yogyakarta juga tidak tahu.

”Hanya beberapa orang terdekat saja yang tahu,” ujar Direktur Sekolah Dasar itu.

Dalam rilisnya, Mendikbudristek menjelaskan bahwa maksud dan tujuannya menginap di rumah Nuri tak lain adalah untuk belajar dari Guru Penggerak.

“Program Guru Penggerak itu adalah salah satu program terpenting Kemendikbudristek, karena program ini adalah regenerasi pemimpin-pemimpin sekolah. Kalau saya tidak lagi menjabat sebagai Menteri, yang akan meneruskan transformasi pendidikan adalah para Guru Penggerak,” terang Menteri Nadiem.

“Saya ingin merasakan langsung keseharian sebagai calon Guru Penggerak agar saya lebih memahami. Saya ingin tahu suka dan duka Ibu Nuri sebagai guru. Boleh, Ibu, saya minta izin menginap?,” ujar Mendikbudristek memastikan.

Baca juga: Nadiem : PTM Terbatas Bukan Sekolah seperti Biasa

1
4

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini