Tinjau PTM, Nadiem Sebut Sekolah Bisa Jaga Prokes Diterapkan dengan Ketat

Neneng Zubaidah, Koran SI · Jum'at 10 September 2021 14:49 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 10 624 2469327 tinjau-ptm-nadiem-sebut-sekolah-bisa-jaga-prokes-diterapkan-dengan-ketat-cNoDukDMix.jpg Mendikbud Nadiem Makarim cek PTM di SD di wilayah Pulogadung, Jakarta Timur, Jumat (10/9/2021). (Foto : Ist)

JAKARTA - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim menyatakan sekolah terbukti mampu menjaga protokol kesehatan (prokes) Covid-19 dengan baik.

Dari hasil observasi meninjau tiga sekolah di wilayah Jakarta Timur, Mendikbudristek menyampaikan, prokes di sekolah diterapkan dengan sangat ketat saat pembelajaran tatap muka (PTM) berlangsung.

"Jadi ini membuktikan bahwa sangat bisa sekolah menjadi suatu institusi yang menjaga protokol kesehatan dengan ketat. Di semua jenjang bisa dilakukan," katanya usai meninjau SD Santo Fransiskus III Kayuputih, SMP PGRI 20 dan SMAN 71 Duren Sawit, Jakarta, Jumat (10/9/2021).

Menurut Nadiem, banyak yang mengira prokes hanya bisa terwujud di sekolah jenjang SMA. Namun dia melihat, dari hasil observasinya di jenjang SD, prokes dapat diterapkan dengan ketat.

Nadiem melihat, prokes di sekolah diterapkan lebih ketat dibandingkan membiarkan anak-anak bermain di sekitar rumah. Salah satu alasannya, kata Nadiem, karena di sekolah masih ada guru yang memantau prokes agar berjalan dengan baik.

"Di sekolah ada supervisi dari orang dewasa yang mengikuti kebijakan dari pemerintah daerah dan pusat untuk protokol kesehatan," ujar Mendikbudristek.

Nadiem menekankan, arahan pemerintah pusat sudah jelas bahwa sekolah yang berada di wilayah PPKM level 1-3 dapat melakukan PTM terbatas. Dia pun mengapresiasi sekolah yang sudah berani melakukan PTM.

Baca Juga : Tinjau PTM di SD Pulogadung Jakarta, Nadiem : Jangan Lepas Masker Ya

Meski sekolah sudah bisa dibuka, tetap ada batasan-batasan yang diberikan karena PTM tidak sama dengan sekolah normal. Nadiem menjelaskan, maksimal siswa dalam satu kelas itu 18 orang untuk jenjang SD hingga SMA. "Untuk Paud 5 (maksimal siswa per kelas)," tuturnya.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini