Ya, salah satu topik hangat dalam diskusi itu adalah kedatangan Mendikbudristek Nadiem Makarim ke rumah Nuri yang tak disangka-sangka. Ini menjadi kejutan manis untuk Nuri dan suami, serta bapak dan ibunya.
”Saya seperti kena prank,” ujar Nuri mengawali cerita.
Pagi hari sebelum kedatangan Menteri Nadiem, dua orang dari Kemendikbudristek datang melakukan survei ke rumah Nuri. Mereka sama sekali tidak menyampaikan bahwa Mendikbudristek akan datang menginap di rumahnya.
Dua orang ini menyampaikan akan melakukan monitoring dan evaluasi (monev) Program Guru Penggerak. Tapi metodenya berbeda, tidak dengan mengisi instrumen di kertas. Mereka akan menginap di rumah Nuri dan melakukan wawancara secara mendalam.
Baca juga: Mendikbudristek Bakal Sanksi Perguruan Tinggi yang Tak Mengajukan Bantuan UKT
”Tentu saya dan keluarga menyambut baik. Saya berpikir ini monev hebat sekali, orang kementerian sampai menginap di rumah calon guru penggerak,” tutur Nuri.
Ia beserta suami dan ibu bapaknya segera menyiapkan kamar untuk dua orang tamu yang berjanji akan kembali pada sore hari.
Baca juga: Lewat Kampus Merdeka, Nadiem Ingin Sekat di Perguruan Tinggi Dihapus
Selepas Maghrib, sedan hitam datang. Nuri segera menyambut dua orang yang tadi pagi berkunjung itu. Tapi di dalam mobil masih ada satu orang lagi. Dalam hati Nuri mulai timbul rasa heran. Hari yang sudah mulai gelap membuat pandangan tak begitu jelas.