Penelitian yang dilakukan dosen Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Airlangga (UNAIR) itu telah diujikan pada hewan tikus yang diambil indung telurnya sebagai model menopouse. Sehingga terjadi penurunan esterogen secara drastis dan memicu osteoporosis.
Dari hasil penelitian, diketahui suplemen madu Apis Melifera dapat menghambat penurunan ketebalan tulang kortikal dan memperbaiki kerusakan tulang. Sehingga tulang tidak mudah patah. “Pemberian madu 2g/Kg berat badan terbukti mampu mencegah penurunan densitas tulang dan meningkatkan kekuatan tulang sehingga tidak mudah patah atau retak,” katanya.
Hal ini membuka peluang pemanfaatan Madu Apis Melifera sebagai agent perbaikan tulang.
(Feby Novalius)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik